Menjajal Performa Hyundai Stargazer Sejauh 109 Km, Bagaimana Rasanya?

Menjajal Performa Hyundai Stargazer Sejauh 109 km, Bagaimana Rasanya? Kipli

KabarOto.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengajak rekan media melakukan pengetesan Hyundai Stargazer di Jawa Timur menuju Jawa Tengah (31/08-02/09).

Perjalanan dimulai dari Surabaya dan Malang di hari pertama, dan hari kedua dari Surabaya, Jawa Timur menuju kota Solo, Jawa Tengah.

KabarOto pun mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengetesan di hari kedua, yakni dari Malang menuju Surabaya, Jawa Timur. Jarak yang ditempuh kurang lebih 109 km, dari kawasan Batu, Malang, Jawa Timur menuju jalan Raya Kertajaya Indah, Surabaya, Jawa Timur.

Waktu yang ditempuh berdasarkan kalkulasi peta digital menggunakan roda 4 adalah 2 jam 3 menit. Namun KabarOto sampai di lokasi tujuan selama kurang lebih 1 jam 45 menit dengan kecepatan rata-rata 120 kpj.

Impresi berkendara awal, Hyundai Stargazer memiliki struktu dasbor yang nyaris mirip dengan saudara-saudaranya, yakni Palisade maupun Creta dengan tinggi panel instrumen yang sama dengan layar entertainment.

Baca juga: Hyundai Stargazer Tembus 4.000 Pemesanan, Ini Data Dari HMID

Hal tersebut memang sedikit mengganggu untuk postur tubuh dengan tinggi rata-rata orang Asia di 170 cm. Kebetulan test driver KabarOto memiliki tinggi badan 189 cm, yang artinya tak memiliki masalah dalam hal visibilitas akibat dasbor tersebut.

KabarOto pun menjajal performanya dengan mencatatkan kecepatan maksimum di angka 178 kpj di spidometer mobil tersebut dilintasan tertutup. Meski demikian, ada rekan media lain yang sanggup mencatatkan kecepatan hingga 190 kpj di spidometer, namun putaran mesin relatif sukar untuk naik lagi ketika dilakukan pengetesan.

Saat melakukan uji performa, ada yang sedikit janggal dari hal kekedapan mobil. Suara angin dari spion luar dan tapak ban memang relatif senyap, namun suara raungan mesin tidak memiliki redaman terlalu baik sehingga terdengar cukup keras di pilar A baik dari pengemudi maupun penumpang.

Tak hanya itu, bau dari luar kendaraan pun turut masuk ke kabin, total 3 orang di dalam kendaraan dapat mencium bau seperti asap knalpot mobil truk yang masuk dari luar, meski dalam keadaan kaca tertutup rapat dan AC hanya bersirkulasi di kabin.

Baca juga: Rekomendasi Oktan 91, Apakah Hyundai Stargazer 'Haram' Tenggak Pertalite?

KabarOto pun sempat melakukan pengetesan konsumsi bahan bakar dari mesin 4 silinder DOHC segaris 16 katup berkapasitas 1.497 cc tersebut. Hasilnya konsumsi bahan bakar paling irit di angka 26 kpl, meskipun ada yang sanggup mencatatkan angka 30 kpl oleh tim lainnya.

Penasaran pengetesan lengkapnya? Yuk, simak terus KabarOto