Minim Kecelakaan Lalu Lintas Akibat Covid-19, Jasa Raharja Hanya Bayar Santunan Rp 2,3 Triliun

Minim Kecelakaan Lalu Lintas Akibat Covid-19, Jasa Raharja hanya Bayar Santunan Rp 2,3 Triliun

KabarOto.com - Jasa Raharja mengabarkan bahwa pendapatan tahun 2020 mengalami penurunan hingga 12,3% berbanding tahun 2021. Adapun tahun 2019 mendapat Rp 6.58 triliun, namun pada 2020 hanya RP 5,77 triliun.

Hal tersebut karena sepanjang 2020 terjadi pandemik Covid-19, sehingga pendapatan Jasa Raharja alami penurunan. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah juga menjadi kendala.

Baca juga: IMI Berikan 10 Motor Listrik untuk Korlantas Polri

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet, ketika berbincang dengan jurnalis, Kamis, (6/5). "Karena adanya pembatasan pergerakan kendaraan angkutan membuat minimnya penumpang."

Dirinya memaparkan bahwa pemberian santunan ini tak lepas dari iuran penumpang angkungan umum, pembayaran tiket atau pembayaran ongkos angkutan.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet



PT Jasa Raharja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan total santunan yang diserahkan sebesar 2,3 triliun, lebih rendah 13% dibandingkan realisasi Tahun 2019. Hal ini dampak dari penurunan jumlah korban kecelakaan lalu lintas sejalan dengan pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemic covid-19.

Adanya larangan mudik dari Pemerintah, membuat Jasa Raharja melakukan transformasi secara digital. Memperkenalkan MOLAE kepanjangan dari Mudik Online Aman Enak, memungkinkan para pemudik bisa berkomunikasi melalui digital atau video call.

Baca juga: Yeay! Jasa Raharja Umumkan Mudik Gratis 2020

Jasa Raharja sudah melakukan penyebaran informasi tentang MOLAE kepada para penumpang sebelumnya yang biasa melakukan mudik, sehingga mereka bisa melakukan komunikasi via digital.

Adapun MOLAE membuka pendaftaran sejak 19 April sampai 3 Mei 2021. "Kita berikan quota data Rp 150.000. Sudah melakukan pendaftaran dan terverifikasi, tidak lebih 10.000 orang, nanti saat lebaran tanggal 13 Mei baru bisa digunakan," ujar Budi Rahardjo.

Berita Terkait

Berita Terkait