KabarOto.com - Mobil listrik yang dipasarakan di Indonesia sudah semakin banyak modelnya. Beberapa diantaranya sudah dijual dalam kondisi bekas.
Namun, mobil listrik bekas masih sepi peminat. Tidak sedikit pemilik mobil dirugikan ketika ingin menjualnya kembali.
Agung Iskandar, Direktur OLXMobbi mengatakan bahwa, "Mobil listrik bekas masih sepi peminat. Jika ada yang ingin membelinya, artinya dia sudah siap untuk membeli secara cash."
Menurutnya, masih sedikit perusahaan pembiayaan yang berani menerima pengajuan kredit mobil listrik bekas.
Padahal, sekitar 50 persen konsumen di Indonesia masih mengandalkan beli kendaraan dengan cara kredit.
Baca Juga: Gotion Berencana Produk Baterai Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh 1.000 Kilometer
Depresiasi Harga Mobil Listrik
"Segmen pembelinya sudah turun 50 persen sendiri, itu yang menjadi pertimbangan membeli mobil listrik bekas," jelas Agung.
Selain itu, garansi baterai menjadi salah satu faktor pertimbangan konsumen dalam membeli mobil listrik bekas.
Musabab, beberapa pabrikan yang menjual mobil listrik tidak menjamin kondisi baterai produk mereka setelah berpindah kepemilikan.
Depresiasi harga mobil listrik di dalam negeri cukup tinggi, hingga 50 persen dari harga baru.
"Contohnya, Hyundai Ioniq tahun 2022, harga bekasnya Rp 250 juta hingga Rp 350 juta," kata Agung.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil Listrik 7 Penumpang untuk Mudik Lebaran
Harga Mobil Listrik Tiongkok
Kondisi tersebut juga menjadi lebih sulit, karena adanya strategi perang harga oleh pabrikan mobil Tiongkok yang memasarkan mobil listrik.
Dalam beberapa waktu belakang, pabrikan Tiongkok banyak meluncurkan mobil listrik baru dengan harga terjangkau.
"Jika ada mobil lsitrik baru lagi yang sama dengan harga lebih murah, segmen mobil listrik bekas akan terancam lagi," tutup Agung.