Mobil Rakitan Indonesia Di Ekspor Ke 80 Negara

Mobil Rakitan Indonesia di Ekspor ke 80 Negara

KabarOto.com – Indonesia berhasil mengirimkan kendaraan roda empat dalam bentuk completely built up (CBU) ke lebih dari 80 negara. Catatan tersebut membuktikan mobil rakitan pabrik otomotif di tanah air mendapatkan pengakuan dari seluruh dunia.

Lima negara yang menjadi tujuan ekspor utama adalah Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri otomotif di Indonesia harus terus dipacu lajunya agar semakin memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Baca Juga : India Gempur Pabrik Kendaraan Listrik, Jaguar I-Pace EV Resmi Meluncur

“Meskipun termasuk sektor yang terkena dampak cukup berat akibat pandemik Covid-19, berbagai kebijakan dan stimulus telah dirancang pemerintah untuk membangkitkan kembali gairah usaha para produsen kendaraan bermotor tersebut,” jelas Agus.

Menperin menambahkan industri otomotif merupakan satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Potensi pengembangan industri otomotif didukung dengan Indonesia menjadi pasar terbesar kendaraan bermotor di ASEAN dari sekitar sembilan negara, dengan kontribusi 32 persen. Pada 2019, ada 1 juta kendaraan yang terjual di dalam negeri, sedangkan 300 ribu unit di ekspor ke seluruh dunia,” ungkap Menperin.

Baca Juga : Mobil Listrik BMW I3 Sudah Diproduksi 200.000 Unit

Meskipun masih masa pandemik, penjualan kendaraan roda empat atau lebih berangsur membaik. Juli angka penjualannya 25.200 unit atau naik 100% dibandingkan bulan sebelumnya, Agustus mencapai 37.200 unit, naik 47% dibandingkan bulan Juli.

Sebagai catatan, produksi kendaraan bermotor sepanjang tahun 2019 mencapai 1,28 juta unit dengan nilai investasi hingga Rp 92,87 triliun. Sektor otomotif sendiri mampu menyerap tenaga kerja hingga 1,5 juta orang.

"Bukan hanya itu, industri kendaraan roda dua dan tiga mencapai 7,29 juta unit pada tahun 2019. Sedangkan, untuk ekspor mencapai 810.000 unit,” pungkas Menperin.