Mobil Terbang Akan Mengudara Perdana Di IKN Pada 2024

Mobil Terbang akan Mengudara Perdana di IKN Pada 2024 Hyundai Urban Air Mobility (UAM) (Hyundai)

KabarOto.com - Pertengahan November lalu, Hyundai Motor Group menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) terkait kerja sama membangun ekosistem mobilitas Advanced Air Mobility (AAM) sebagai bagian dari smart mobility ecosystem di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kerja sama itu salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan mobil terbang. Rencananya, uji coba mobil terbang tersebut akan dilakukan di IKN pada 2024.

Baca Juga: Hyundai Dan OIKN Sepakat Bangun Mobilitas Darat Dan Udara Di Calon Ibu Kota Baru

"Jadi nanti juga tes, ujinya di IKN, rencananya di 2024," ujar Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Prof Mohammed Ali Berawi dikutip Antara, Rabu (30/11).

Upaya penerbangan mobil terbang tersebut menjadi yang pertama kalinya bagi Indonesia. Sementara di dunia, konsep mobil terbang juga masih dalam pengembangan.

"Jadi ini sudah ada tahap-tahapnya, steping-steping-nya mulai dari joint study, joint research, ini kita lakukan untuk artinya kita harapkan kita menjadi salah satu pusat pengembangannya," jelas Ali Berawi.

Kendaraan untuk mobilitas udara (Foto: Hyundai)

Mobil terbang yang akan mengudara di IKN itu nantinya menyerupai sebuah drone yang dapat berisi penumpang dan barang. Salah satu fungsinya adalah untuk lebih mudah menjangkau daerah-daerah yang sulit ditempuh melalui jalan darat dan perbukitan.

Teknologi mobil terbang ini pun belum diproduksi secara massal sehingga masih membutuhkan berbagai pengembangan. Ali mengatakan, saat ini, OIKN sedang mengembangkan teknologi yang bisa digunakan untuk tahun 2035 termasuk mobil terbang.

Baca juga : Hyundai Stargazer Raih Penghargaan Car Of The Year Dan Best Small MPV

Ali berharap, Indonesia ke depannya, bisa menjadi pelaku untuk pembangunan mobil terbang di masa mendatang. "Jadi membangun kota ini bukan untuk 2024, saya membangun kota untuk 2045, jadi teknologinya untuk itu. Sekarang kalau ngebayangin mobil terbang agak bingung, tapi 2035 sudah," kata Ali.