KabarOto.com - MotoGP Qatar 2026 terancam batal digelar atau ditunda penyelenggaraannya karena adanya konflik di Timur Tengah.
CEO MotoGP Sport Entertainment Group, Carmelo Ezpeleta menjelaskan MotoGP Qatar 2026 diragukan penyelenggaraannya sebab konflik yang sedang berlangsung saat ini di Timur Tengah.
Penyelenggara belum memutuskan apakah seri Qatar tetap dilanjutkan atau tidak. Tapi, yang pasti tidak ada opsi untuk mencoret MotoGP Qatar, kemungkinan hanya dipindah jadwal pelaksanaannya.
Sebagai informasi, serangan gabungan yang dilancarkan oleh AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu memicu serangan balasan dari Iran ke seluruh wilayah sekutu AS.
Baca Juga: Jorge Martin Tak Kecewa Meski Gagal Podium di MotoGP Thailand
Jadwal MotoGP Qatar 2026
Hal tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan global terganggu akibat penutupan wilayah udaha di seluruh Timur Tengah.
Konflik ini juga berpengaruh kepada pergelaran MotoGP 2026, yang sedianya memasuki seri keempat di Sirkuit Lusail, Qatar, pada 10 hingga 12 April 2026.
"Apakah mungkin mengganti (MotoGP Qatar) di tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B," kata Ezpeleta dikutip dari Crash.
Baca Juga: Perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel Ganggu Kepulangan Tim MotoGP
Tidak Ada Opsi Pencoretan
Menurutnya, pembicaraan dengan Qatar sudah dilakukan sejak hari Minggu, dan kami akan buat keputusan. Kemungkinan, kita tidak akan pergi ke Qatar pada 12 April.
Selain itu, dirinya juga menepis kemungkinan mencari tempat pengganti jika Qatar tidak bisa dilaksanakan.
"Pindah ke tempat lain? Tentu tidak. Apakah akan sesuai dengan jadwal? Kami sangat pandai membuat jadwal. Kami akan segera tahu sesuatu, tentu saja. Kami menunggu mereka memberi tahu kami sesuatu. Masih ada waktu," tutup Ezpeleta.

