Mudik Lebaran 2022 Berakhir, Ini Evaluasi Dari Kemenhub

Mudik Lebaran 2022 Berakhir, Ini Evaluasi dari Kemenhub Rakayasa lalu lintas yang diterapkan saat arus mudik Lebaran 2022 (Foto: NTMC)

KabarOto.com - Mudik Lebaran 2022 sudah berakhir, masyarakat merasakan pelayanan dari petugas Kepolisian dan Kementerian Perhubungan sudah cukup baik. namun, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, ada enam poin yang harus dievaluasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan, secara umum berbagai langkah yang dilakukan Kepolisian, sudah sesuai dengan rencana dan cukup baik. Meski begitu, ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan ke depan.

Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Efektif Urai Kepadatan Selama Arus Mudik

"Sudah sesuai rencana karena kesiapan dalam melakukan one way ini sudah cukup panjang," terang Budi, saat jumpa pers virtual, Selasa kemarin (17/05/2022). Evaluasi yang dimaksud, menurut dia pertama terkait perlunya dilakukan antisipasi pergerakan komuter.

Kemacetan di tol Trans Jawa saat arus mudik 2022 (Foto: NTMC)

Komuter yang dimaksudkan adalah mengantisipasi banyaknya jumlah penduduk pada kota satelit dengan pergerakan yang cukup banyak. Karena penerapan one way serta ganjil genap melewati kawasan aglomerasi, seperti Bandung Raya dan juga Kabupaten Karawang. Dua wilayah ini pergerakannya membutuhkan akses jalan tol.

Saat diberlakukan one way, penetapan lokasi dari Km 47 dan Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah tepat. namun saat pelaksanaan harus lebih banyak dari Km 70, supaya pergerakan ke Bekasi tak terganggu.

Kemudian evaluasi kedua permasalahan di jalan nasional. Budi menyatakan, imbas penerapan one way dan ganjil genap di jalan tol, membuat kendaraan lain beralih ke jalan arteri atau nasional, kepadatan tidak diantisipasi dengan baik.

Evaluasi selanjutnya soal kendaraan yang berhenti atau berisitirahat di bahu jalan tol, sehingga menghambat laju di jalan tol dan membuat kepadatan.

"Ini harus diantisipasi juga, karena kemarin itu banyak masyarakat yang membuat rest area sendiri, dengan gelar tikar dan beristirahat di bahu jalan sehingga menimbulkan kepadatan," terangnya lagi.

Selain itu evaluasi selanjutnya pertemuan di Tol Layang MBZ dengan jalur utama Jakarta-Cikampek, sehingga kemacetan pun terjadi. Budi menyatakan perlunya skema pemberlakuan buka tutup untuk akses tol layang, untuk menekan potensi kemacetan di jalur pertemuan tersebut.

Kemudian evaluasi selanjutnya, saat one way pemudik memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga berisiko terjdinya kecelakaan. Terakhir evaluasi selanjutnya diperlukan simulasi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan arteri atau non-tol akibat penerapan one way.

Baca Juga: Polri Tutup Posko Mudik 2022, Namun Pelayanan Lalu Lintas Tetap Berjalan

Agar memperhatikan traffic yang ada di jalur komuter di sekitar Bekasi. Ini menjadi persoalan dan perlu adanya masukkan, karena di jalan nasional, terutama di Karawang, menurut Budi cukup berat kondisi kemacetannya.