Nasser Al-Attiyah Raih Titel Juara Reli Dakar 2026

Kusnadi Chahyono
Kusnadi Chahyono
Minggu, 18 Januari 2026
Nasser Al-Attiyah Raih Titel Juara Reli Dakar 2026

Nasser Al-Attiyah dan Fabian Lurquin di garis finis reli Dakar 2026.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pereli kawakan asal Qatar, Nasser Al-Attiyah, kembali mengukuhkan dirinya sebagai raja gurun setelah resmi menjuarai Reli Dakar 2026 yang berakhir di Yanbu, Arab Saudi, pada Sabtu (17/1).

Mengendarai mobil Dacia Sandrider, Al-Attiyah tampil dominan di sepanjang etape terakhir untuk mengamankan podium tertinggi. Kemenangan ini sekaligus menjadi sejarah baru bagi tim Dacia yang berhasil meraih gelar juara di musim perdana mereka mengikuti ajang reli paling ekstrem di dunia ini.

Persaingan ketat terjadi di posisi podium lainnya, di mana pereli veteran Spanyol, Nani Roma, berhasil finis di urutan kedua. Mengendarai mobil Ford, Roma menunjukkan konsistensi luar biasa meski harus terpaut jarak 9 menit 42 detik dari sang juara.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh rekan setim Roma di Ford, Mattias Ekstrom. Pereli asal Swedia tersebut melengkapi dominasi tim Ford di jajaran tiga besar setelah melewati pertarungan sengit dengan pereli papan atas lainnya hingga etape penutup.

Dacia Sandrider tunggangan Al-Attiyah di reli Dakar 2026.

Baca Juga: Pereli Indonesia Shammie Zacky Baridwan Tercepat di Stage 11 Rally Dakar 2026

Nasser Al-Attiyah mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.

"Ini adalah kemenangan yang sangat spesial karena kami melakukannya dengan tim baru dan mobil baru. Rute tahun ini sangat menantang secara teknis, namun konsistensi adalah kunci kemenangan kami. Saya sangat bangga bisa memberikan kemenangan pertama bagi Dacia di Dakar," ujar sosok yang dijuluki Prince of the Dunes tersebut sesaat setelah melewati garis finis.

Nani Roma yang menempati posisi kedua juga tidak dapat menyembunyikan emosinya. Bagi Roma, hasil ini terasa seperti kemenangan mengingat perjuangan panjangnya kembali ke level kompetitif.

"Berada di podium Dakar lagi adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Level kompetisi tahun ini terasa seperti Formula 1 di padang pasir. Kami memberikan segalanya, dan finis di posisi kedua adalah hasil yang sangat luar biasa bagi saya dan tim Ford," ungkap Roma dengan haru.

Nani Roma

Di sisi lain, Mattias Ekstrom yang meraih posisi ketiga mengaku puas meski sempat mengalami beberapa kendala di etape awal.

"Dakar selalu memberikan kejutan hingga kilometer terakhir. Kami bekerja keras untuk memastikan mobil tetap dalam kondisi prima. Berdiri di podium bersama Nasser dan Nani adalah sebuah kehormatan. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim yang tak kenal lelah selama dua pekan terakhir," kata juara dunia Rallycross tersebut.

Kemenangan pada tahun 2026 ini menambah daftar panjang pencapaian prestisius Nasser Al-Attiyah sepanjang kariernya. Ini merupakan gelar juara Dakar keenam bagi Al-Attiyah, setelah sebelumnya ia memenangkan edisi 2011, 2015, 2019, 2022, dan 2023.

Selain sukses di Dakar, Al-Attiyah juga dikenal sebagai peraih medali perunggu Olimpiade London 2012 di cabang menembak (skeet shooting), serta pemegang belasan gelar juara reli di kawasan Timur Tengah.

Reli Dakar 2026 yang berlangsung selama 14 hari ini menyajikan rute sepanjang kurang lebih 8.000 kilometer melintasi wilayah barat dan tengah Arab Saudi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggara tahun ini memutuskan untuk tidak melewati wilayah Empty Quarter yang legendaris, namun menggantinya dengan jalur pegunungan di Aseer dan lembah berbatu yang jauh lebih teknis.

Perubahan rute ini memaksa para pereli untuk beradaptasi dengan perubahan suhu ekstrem dan navigasi yang jauh lebih rumit.

Sebastien Loeb dan Edouard Boulanger berhasil finis posisi empat.

Baca Juga: Setengah Perjalanan Rally Dakar 2026, Julian Johan Amankan Posisi

Tantangan terbesar tahun ini terletak pada dua etape maraton yang mewajibkan peserta bermalam di gurun tanpa bantuan tim mekanik. Di bawah kondisi "Refugee Bivouac", para peserta hanya dibekali tenda dan peralatan seadanya, yang menguji ketahanan fisik serta mental mereka hingga titik nadir.

Jalur berbatu di sekitar Ha'il dan medan pasir cepat menuju Al-Ula menjadi "kuburan" bagi banyak kendaraan peserta yang gagal menjaga ketahanan mesin dan ban.

Edisi ke-48 ini juga menandai pergeseran teknologi di mana banyak tim mulai beralih ke bahan bakar sintetis dan kendaraan rendah emisi, termasuk Dacia yang dikemudikan Al-Attiyah.

Penyelenggara memastikan bahwa variasi medan mulai dari tebing tinggi hingga hamparan kerikil tajam dirancang untuk menyeimbangkan kecepatan murni dengan kemampuan navigasi. Hal inilah yang membuat kemenangan Al-Attiyah di tahun 2026 dianggap sebagai salah satu kemenangan paling strategis dalam sejarah Dakar.

Tags:

#Nasser Al-Attiyah #Nani Roma #Mattias Ekstrom #Reli Dakar 2026

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan