New Normal, Naik Ojol Bawa Helm Sendiri

New Normal, Naik Ojol Bawa Helm Sendiri Ojek Online sudah mulai beroperasi menganglut penumpang saat masa transisi di Jakarta

KabarOto.com - Menuju era New Normal atau transisi di DKI Jakarta, ojek online yang kini diperkenankan untuk mengangkut penumpang, diimbau untuk calon penumpang membawa helm sendiri. Hal ini dilakukan agar tidak tertular virus Covid-19 yang dibawa oleh penumpang lainnya.

Nah, jika Anda selalu menggunakan jasa ojek online, ada baiknya mempersiapkan dengan membeli helm. Namun jangan asal memilih helm, ada beberapa cara memilih helm yang sesuai dengan keamanan dan kenyamanan.

Baca Juga: Penjualan Menurun Saat Pandemik Covid-19, Produsen Helm Ini Tak Rumahkan Karyawan

"Kalau beli helm, pertama harus memenuhi standar keselamatan demi melindungi kepala pemotor. Di Indonesia, standar helm harus berlogo SNI," jelas Executive Director RSV Helmet, Richard Ryan kepada KabarOto.com.

Pilih helm yang sesuai ukuran kepala

Pria asal Bandung, Jawa Barat ini menjelaskan, langkah selanjutnya adalah memilih sesuai dengan ukuran lingkar kepala, jangan hanya melihat modelnya. "Kalau terlalu kecil atau besar jadinya mengurangi kenyamanan," jelas Richard.

Menurut dia, tidak ada salahnya mencoba helm terlebih dahulu sebelum membeli. "Cari yang nyaman dan pas di kepala, jangan sampai kebesaran dan kekecilan," katanya.

Agar mendapatkan perlindungan yang lebih baik, pilih helm yang melindungi seluruh bagian tempurung kepala atau helm full face. Tipe helm seperti ini sanggup melindungi seluruh kepala saat berkendara.

"Harusnya, untuk melindungi kepala supaya maksimal pilih helm yang full face, tapi kalau naik ojek online biasanya half face," tambahnya. Kemudian menurut dia, cari helm yang berwarna terang untuk visibilitas pengendara lain saat malam hari.

Baca Juga: Helm Half Face Bakal Diburu Penumpang Ojol

Dia menambahkan sebaiknya membeli helm langsung di outlet resmi. Selain bebas memilih ukuran, ini juga agar terhindar dari helm palsu. "Kalau beli di outlet kan asli, helm palsu atau bekas banyak dijual secara online," terangnya.