Penjelasan Rifat Sungkar Tentang Semua Pelumas Yang Ada Di Kendaraan

Penjelasan Rifat Sungkar Tentang Semua Pelumas yang Ada di Kendaraan

KabarOto.com - Oli pada mesin kendaraan berfungsi sebagai pelumas. Baik itu pelumas mesin, pelumas rem, pelumas transmisi dan gardan hingga pelumas power steering.

Rifat Sungkar selaku Ambassador MMKSI sekaligus pembalap Nasional bilang, tips yang paling ampuh untuk menjaga mesin kendaraan tetap dalam kondisi prima adalah dengan melihat jarak tempuh atau pergantian pelumas.

"Bisa dilihat di MID yang selalu jadi reminder. Tapi ingat penggantian oli dan waktu ganti oli adalah dua hal yang dikondisikan. Kalau oli masih bagus tetapi sudah lama dan tidak dipakai, kita harus peduli yang ada di buku manual, jadi harus usahakan mengikuti panduannya," ujarnya.

Baca juga: Ini Spesifikasi Pelumas Wealthy Optimus Terbaru

Ia menyarankan untuk menggunakan oli yang sesuai panduan di buku servis. "Kalau kita sedang berada di rumah, coba untuk periksa mobil sendiri, kita bisa cek saat mesin dingin, ambil dipstick, usap ke kapas atau tisu dan setelah itu masukkan lagi dan cek level olinya," ujarnya.

Jika ada oli menetes, ia menyarankan jangan hanya ditambah olinya ke dalam mesin. "Oli menetes itu indikator penting kebocaran dimulai. Titik rembesan itu pasti lama makin membesar. Jangan menunggu hingga itu terjadi karena bisa makin repot mengurusnya," tandas Rifat.

Ia mengatakan, cairan rem jarang terdeteksi kerusakannya, karena menemukan slang bocor sangat sulit. "Jadwalnya ganti cairan rem 2 tahun atau 20 ribu kilometer. Jadi rekomendasinya ganti minyak rem setiap 20 ribu kilometer atau 2 tahun sekali," ujar suami dari aktris Sissy Priscillia itu.

Baca juga: Fungsi Dan Dampak Buruk Seputar Masalah Pelumas Mesin

Oli transmisi dan oli gardan juga berbeda beda kekentalannya. Oli transmisi memiliki SAE 40 sampai 90. "Oli gardan punya spesifikasi yang berbeda seperti LSD dan non LSD. Salah oli gardan bisa bikin suara dengung. Jadi tetap pada buku panduan SAE apa yang paling cocok," jelas pemukim kawasan Bintaro, Tangerang Selatan itu.

"Oli power steering adalah oli yang paling sensitif. 40 ribu kilometer harus ganti. Ada yang pakai electronic power steering, ada juga mobil yang tidak menggunakannya, masing-masing ada plus minusnya. Kembali lagi, baca buku panduan agar tidak salah spesifikasi," tutupnya.