Penjualan Daihatsu Tak Terpengaruh Oleh Kenaikan BBM

Penjualan Daihatsu Tak Terpengaruh Oleh Kenaikan BBM Daihatsu Sigra (Foto: kabarOto)

KabarOto.com - PT Pertamina Persero beberapa waktu lalu kembali menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Apakah kenaikkan harga BBM berpengaruh pada penjualan mobil di Indonesia?

Daihatsu, salah satu produsen dengan penjualan terbanyak nomor dua di Indonesia, buka suara. Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso menyampaikan, kenaikkan harga BBM tak lantas mempengaruhi penjualan.

Baca juga: Cara Daihatsu Peringati Coral Triangle Day 2022

"Pertumbuhan pasar otomotif itu dipenguhi oleh banyak hal, dan salah satunya adalah daya beli," ujar Hendrayadi, beberapa waktu lalu. ia mencontohkan, jika situasi ekonomi membaik, makro ekonomi baik, daya beli juga akan bagus.

Daihatsu Sigra jadi tulang punggung penjualan ADM (Foo: KabarOto)

Dilihat dari kenaikan harga BBM, penjualan tak naik secara langsung, karena ada faktor lain yang mempengaruhi daya beli masyarakat, dan ini akan berhubungan dengan jumlah penjualan kendaraan.

"Jadi, apakah kalau harga bensin naik, penjualan langsung turun? Tidak, kita harus melihatnya secara makro," tambahnya. Daihatsu sendiri mencatat, tren penjualan pada semester pertama tahun 2022 meningkat.

Mereka berhasil menjual secara ritel pada periode Januari sampai Juni 2022 sebanyak 90 ribu unit, naik sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama 2021.

Baca juga: Bentuk Kepedulian Daihatsu Terhadap Spesies Hewan Yang Hampir Punah

Angka itu kembali mempertahankan Daihatsu sebagai APM dengan penjualan terbanyak kedua, nasional. Retail Daihatsu didominasi oleh tiga model, di antaranya Daihatsu Sigra 22.282 unit, berkontribusi 24,5 persen, Gran Max Pikap 21.162 unit 23,3 persen, dan Xenia 11.779 unit atau berkontribusi sebesar 13,0 persen.