Perhatikan Protokol Kesehatan, Porsche Kembali Buka Pabriknya Di Jerman

Perhatikan Protokol Kesehatan, Porsche Kembali Buka Pabriknya di Jerman Pabrik Porsche (Porsche)

KabarOto.com - Penyebaran virus Corona (Covid-19) yang semakin mengkhawatirkan, memaksa sejumlah industri termasuk otomotif, menghentikan sementara kegiatan produksinya, untuk mencegah penyebaran virus berbahaya tersebut semakin meluas.

Salah satu yang terkena dampaknya adalah produsen mobil sport Porsche. Beberapa waktu lalu, pabrikan asal Jerman tersebut terpaksa menghentikan kegiatan produksinya selama dua minggu sejak 21 maret 2020.

Baca Juga: PSBB Diperluas, Daihatsu Perpanjang Masa Pemberhentian Sementara Operasional

Namun karena terjadi hambatan dalam rantai pasokan global, dari suplier-suplier komponen di negara lain, pabrik Porsche akhirnya tetap ditutup selama total enam minggu.

Setelah menghentikan sementara, akhirnya mulai Senin (04/05), Porsche memutuskan untuk membuka kembali pabriknya, dan menyusun rencana produksi secara bertahap hingga dapat beroperasi penuh dalam waktu tak terlalu lama.

Proses produksi akan dimulai secara bertahap

Meski telah dibuka, namun Porsche telah menyiapkan berbagai upaya, untuk menjamin proses produksi berjalan lancar dan aman sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, di pabrik mereka di Zuffenhausen dan Leipzig, Jerman.

"Semua tindakan yang diperlukan telah diambil di muka untuk menjamin keselamatan maksimum yang mungkin bagi karyawan dan sehingga produksi dapat ditingkatkan secara bertahap hingga kapasitas penuh," kata Albrecht Reimold, Anggota Dewan Eksekutif untuk Produksi dan Logistik di Porsche AG.

Baca Juga: Ini Cara Menghilangkan Bosan Akibat #DiRumahAja Ala Daihatsu

Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai contoh penerapan protokol kesehatan, karyawan produksi diharuskan untuk mematuhi jarak minimum 1,50 meter, dan mengikuti aturan dasar bekerja dengan masker di area yang ditentukan.

"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melihat ke depan, dengan optimisme untuk melanjutkan pekerjaan. Namun kita harus tunduk pada tindakan pencegahan khusus," pungkas Albrecht.