Permudah Akses, Pemerintah Tingkatkan Konektivitas Jalan Lingkar Raja Ampat

Permudah Akses, Pemerintah Tingkatkan Konektivitas Jalan Lingkar Raja Ampat Jalan Lingkar Raja Ampat (PUPR)

KabarOto.com - Sobat kabarOto yang berencana bertualang dan berlibur ke Raja Ampat, rasanya bakal semakin mudah aksesnya.

Sebab, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), secara bertahap terus menyelesaikan pembangunan jalan lingkar Raja Ampat yang memiliki panjang keseluruhan 342 kilometer.

Nantinya, kehadiran jalan tersebut akan meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat yang terkenal dengan keindahan gugusan pulau karang dan air lautnya yang jernih.

Baca Juga: Test Drive KIA Grand Sedona, Cita Rasa MPV Premium Asal Korea

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ketersediaan infrastruktur jalan dengan kondisi baik akan meningkatkan pengembangan destinasi wisata sdan memudahkan wisatawan mencapai lokasi.
"Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata," katanya.

Jalur Lingkar Raja Ampat, terdiri dari 2 ruas. Yakni ruas Lingkar Luar Raja Ampat sepanjang 314,39 km dan ruas Lingkar Waisai sepanjang 27,61 km.

Dari total panjang 342 km, kondisi Jalan Lingkar Raja Ampat yang sudah teraspal mencapai 37,45 km, agregat sepanjang 97,75 km, dan sisanya 206,8 km belum terbuka.

Memudahkan akses ke kawasan wisata

"Pembangunan Lingkar Raja Ampat terkendala karena melintasi kawasan cagar alam sepanjang 113,6 km, tepatnya pada ruas Kabare-Kapadri-Wayai (93,6 km) dan ruas Wayai-Warsambin-Kabare (20 km)," kata Basuki.

Pada kurun waktu 2015-2018, Kementerian PUPR melakukan penanganan Lingkar Luar Raja Ampat sepanjang 112,9 km yang meliputi pekerjaan preservasi, pembangunan jalan, peningkatan struktur jalan serta pembangunan Jembatan Warsawai (10 meter) dan Jembatan Waimir (10 meter).

Baca Juga: Jalan Tol Yang Diresmikan Sepanjang Tahun 2019

Raja Ampat sendiri merupakan salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau 10 "Bali Baru" yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Penataan KSPN Raja Ampat dikerjakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk.

Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah melakukan perbaikan Pelabuhan Waisai di Pulau Waigeo, yang merupakan pintu masuk menuju destinasi wisata di Kabupaten Raja Ampat.