Pertamina: Jangan Biarkan Indikator Bahan Bakar Dibawah 50% Saat Mudik Lebaran

Pertamina: Jangan Biarkan Indikator Bahan Bakar Dibawah 50% Saat Mudik Lebaran Foto: Kipli

KabarOto.com - Bercermin pada mudik Lebaran tahun lalu, banyak pemudik yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil lantaran terjebak macet. Mengantisipasi hal tersebut, Pertamina sudah menyiapkan beberapa SPBU cadangan yang berada di sepanjang jalur mudik.

"Jika Anda terjebak macet, atau kehabisan bensin di SPBU rest area, jangan khawatir karena kami sudah menyiapkan beberapa SPBU alternatif, seperti SPBU Modular, Kios Pertamina Siaga, dan Mobil Tanki PTO Dispenser," ujar Unit Manager Communication Relations Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, dari keterangan tertulisnya.

Dewi menyarankan agar selalu mengisi BBM hingga penuh meski indikator bensin baru turun satu atau dua bar. Pemudik harus selalu mengantisipasi kondisi terburuk di jalan.

"Jangan menunggu hingga indikator BBM mobil kita di bawah 50 persen. Kita mesti antisipatif dalam kondisi mudik Lebaran. Langsung isi BBM hingga penuh walau indikator-nya baru turun 1-2 bar," katanya.

Baca Juga: Selain Isi Bahan Bakar, Pertamina Sediakan Tempat Istirahat Untuk Pemudik

Dewi menjelaskan selama arus mudik Pertamina MOR III menyiapkan tujuh SPBU Reguler (KM19, KM39, KM57, KM102, KM166, KM207, KM228), tujuh Kios Kemasan (KM33, KM50, KM59, KM86, KM102, KM130, KM207), empat Mobile Dispenser (KM86, KM102, KM130, KM207) di sepanjang tol Jakarta-Pejagan.

Sementara saat arus balik, Pertamina menyediakan tujuh SPBU Reguler (KM229, KM208, KM164, KM101, KM62, KM42, KM6), delapan Kios Kemasan (KM208, KM130, KM86, KM77, KM71, KM58, KM52, KM34), tiga Mobile Dispenser (KM130, KM86, KM32), dan tiga Modular (KM130, KM86, KM32) di Tol Pejagan-Jakarta.

"Untuk jalan Tol Jakarta-Merak dan sebaliknya, yang masih dalam kawasan kerja MOR III, kita sediakan masing-masing tiga SPBU Reguler," kata Dewi.

Selain itu, satgas Pertamina MOR III masih memiliki 50 unit sepeda motor yang siap mengantarkan BBM non-subsidi kemasan di lokasi konsumen jika terjebak kemacetan parah.

"Jadi, nanti konsepnya setiap 20 kilometer, kita akan pasang papan pengumuman SPBU. Kalau stok habis, papan tersebut akan kita cabut kembali, agar tidak membingungkan pemudik," ujar Dewi.