Piaggio Indonesia Belum Siap Bawa Vespa Listrik

Piaggio Indonesia Belum Siap Bawa Vespa Listrik Vespa Electrica

KabarOto.com - Hampir semua merek otomotif sudah mempersiapkan kendaraan listrik untuk pasar Indonesia. Karena, negara ini tahun 2025 akan menerapkan kendaraan ramah lingkungan untuk mengurangi gas buang yang dikeluarkan kendaraan konvensional.

Salah satu brand asal Italia, Vespa sebenarnya sudah memiliki skuter listrik bernama Elettrica. Dan Piaggio Indonesia sudah siap memboyong motor itu ke tanah air.

Baca Juga: Diler Berkonsep Lifestyle Cara Baru Piaggio Tarik Perhatian Konsumen

Banyak pecinta brand skuter legendaris itu menantikan Electrica masuk ke Indonesia, namun PT Piaggio Indonesia, selaku Agen Pemegang Merek Vespa di Indonesia menyebutkan ada beberapa syarat untuk mendatangkan motor listrik.

Public Relations and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal, menyampaikan beberapa syarat, di antaranya jika membawa Elettrica, diler harus sudah siap segala hal.

"Jadi kami tidak akan membawa unit kalau dilernya masih belum siap," terang Robby, saat diskusi virtual dengan media, beberapa waktu lalu. Syarat tersebut, disesuaikan dengan 4 pilar yang mereka usung selama ini.

Selain itu, mereka juga masih menantikan kepastian lebih jauh mengenai aturan motor listrik. Sehingga untuk sekarang ini mereka belum memasarkan di Indonesia, meski sudah ada Gesits atau United T1800 yang 100% digerakan oleh tenaga listrik.

Konsep Elettrica sendiri, sudah diperkenalkan pada Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori (EIMCA) 2017 lalu. Piaggio Group yang menaungi merek ini secara global, mengklaim skutiknya mampu menempuh jarak sampai 100 kilometer saat baterai terisi penuh. Kemudian untuk pengecasan memerlukan waktu hanya empat jam dengan menggunakan alat cas permanen.

Baca Juga: Motoplex, Kemas 4 Merek Motor Italia Di Satu Atap

Baterai yang digunakan pada motor ini juga mampu bertahan sampai dengan 10 tahun. Bahkan setelah 1.000 kali pengecesan, kemampuan baterai baru turun menjadi 80 persen dari kapasitas awalnya.