Polestar O2, Roadster 2+2 Bertenaga Listrik

Polestar O2, Roadster 2+2 Bertenaga Listrik Polestar O2 (foto: Polestar)

KabarOto.com - Polestar yang berkibar dibawah naungan Volvo Cars dan Geely Holding, memperkenalkan mobil purwa rupa kedua yang dibuat dari bahasa desain Precept.

Spesialis sebagai pembuat mobil performa tinggi bertenaga listrik, Polestar menggunakan platform material ringan aluminium untuk mobil yang sedianya diberi nama Polestar O2.

Baca juga: Calon Crossover Listrik Volvo Berkode V546



Adapun Polestar O2 diklaim mengusung segala keunggulan mobil listrik dan didukung teknologi terkini. Bahkan menganut pengolahan kembali polyester thermoplastic mono-material dan aluminium labelling.

"Polestar O2 merupakan hero car untuk brand kami," ujar Thomas Ingenlath, Polestar CEO. "Merupakan gerbang kami menuju lorong masa depan yang potensial. Merupakan cita rasa apa yang telah kita desain dan rancang dengan talenta serta teknologi in house kami," tambahnya.



Dikemas sebagai roadster, pengalaman berkendara akan lebih berbeda saat melesatkan Polestar O2. Menjanjikan pengendalian dan akurasi serta kedinamisan berkendara berkat material ringan yang diusung. Tak dipungkiri, dibangun dari basis Polestar 5 dan dikembangkan oleh para ahli di R&D Polestar di Inggris.

Meski sebagai mobil performa tinggi, tapi tetap mengusung fungsional lainnya. Berupa kombinasi penumpang 2+2 meski dimensi postur proporsional rendah serta lebar, di dukung jarak sumburoda panjang.



Aerodinamika juga menjadi pertimbangan agar tetap hadirkan efisiensi daya listrik. Terlihat dari lekukan bodi hingga desain pelek. Lampu belakang juga difungsikan sebagai bilah udara untuk menekan terjadinya turbulensi di belakang mobil.

Polestar O2 menjanjikan semua bahan soft touch yang digunakan di kabin merupakan material daur ulang. Mulai dari busa, bahan perekat, serat rajut 3D, dan laminasi non-anyaman. Polestar menjamin bahwa bahan yang digunakan dapat didaur ulang lagi.



Autonomous cinematic drone juga ditawarkan di Polestar O2, bisa merekam pergerakan mobil saat melaju. Bisa terbang dari belakang jok, merupakan hasil kolaborasi dengan Aerofugia dari Hoco Flow.

Baca juga: Volvo S60 Black Edition Tersedia Dalam Dua Pilihan Warna



Drone bisa mengikuti mobil saat melaju 90 kpj dan pengendara bisa memilih garis atmosfer apalagi saat melewati pinggir pantai. Bila baterai sudah habis, drone akan kembali lagi. Hasil dari rekaman bisa dilihat di layar 15 inci di dasbor, bahkan bisa diedit dan disebarkan ke sosial media melalui layar ini. Oh iya selama proses edit, mobil harus berhenti di parkiran.