Prancis Bakal Hilangkan Kendaraan Beremisi Karbon Di 2040 Mendatang

Prancis Bakal Hilangkan Kendaraan Beremisi Karbon di 2040 Mendatang Paris (istimewa)

KabarOto.com - Beragam upaya dilakukan oleh sejumlah negara berkembang untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Prancis, yang berencana untuk menghilangkan kendaraan beremisi karbon di tahun 2040 mendatang.

Menurut Menteri Transportasi Prancis, Elizabeth Borne menjelaskan, negaranya ingin bebas emisi CO2 di tahun 2050, tanpa ada lagi konsumsi bahan bakar fosil. Bisa dipastikan kendaraan bertenaga listrik bakal mendominasi jalanan Prancis di waktu mendatang.

Baca juga: Ini Tampilan Renault Koleos Facelift Teranyar

"Kami menargetkan untuk netralitas karbon di tahun 2050, dan kami butuh jalur yang kredibel untuk mewujudkan itu, yang mencakup pelarangan penjualan kendaraan berbahan bakal fosil di tahun 2040," beber Borne.

Untuk itu, pemerintah setempat pun berencana untuk membantu para pabrikan asal negeri berjuluk Kota Mode itu seperti Renault dan PSA untuk beralih ke teknologi listrik, hidrogen hingga biogas. Langkah besar ini pun semakin dipertegas sejak era pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Guna merealisasikan rencana besar ini, pemerintah setempat juga berencana untuk melengkapi fasilitas umum dengan charging station di area parkir lingkungan perkantoran, hingga ke perumahaan dan juga apartemen.

Jalanan di Perancis

Bagi para pemilik dan pengelola fasilitas umum, nantinya akan diperbolehkan untuk mengajukan instalasi charging station di areanya masing-masing.

Baca juga: Renault Megane Kalahkan Rekor Civic TypeR Di Nurburgring

Sejalan dengan itu, pemerintah juga akan lebih mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan solusi transportasi baru, seperti peningkatan jaringan rel kereta, jalur sepeda, e-scooter dan car-sharing di masa yang akan datang.

Upaya lanjutan, pemerintah setempat juga akan memberi opsi bagi perusahaan untuk membebaskan pajak atau memberi subsidi sebesar 400 Euro ke karyawan untuk menggunakan transportasi umum. Wow.. keren bukan!