Presiden Prabowo Subianto Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik Nasional pada 2028

Dian Tami Kosasih
Dian Tami Kosasih
Jumat, 10 April 2026
Presiden Prabowo Subianto Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik Nasional pada 2028

Presiden Prabowo Subianto Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik Nasional pada 2028 (Setneg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Langkah besar diambil Pemerintah Indonesia dalam mempercepat transisi energi di sektor transportasi. Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa bangganya atas kemajuan pesat industri kendaraan listrik nasional dan secara spesifik menetapkan target ambisius, yakni Indonesia harus sudah mampu memproduksi secara massal mobil sedan listrik nasional pada tahun 2028 mendatang.

"Hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” ujar Presiden, Kamis (09/04).

Baca Juga: Imbas BBM, Logistik Tanah Air Coba Beralih ke Truk Listrik

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Menurutnya, lompatan industri yang saat ini diawali dari produksi kendaraan komersial seperti bus dan truk listrik merupakan fondasi kuat untuk melangkah ke segmen kendaraan penumpang.

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya penguasaan teknologi dari hulu ke hilir oleh anak bangsa. Pemerintah berencana untuk memfasilitasi pembentukan perusahaan khusus yang fokus pada pengembangan dan produksi sedan listrik nasional tersebut. Hal ini dimaksudkan agar ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi merek asing, tetapi benar-benar dikuasai oleh industri dalam negeri.

Sejalan dengan target produksi massal tersebut, Pemerintah juga terus memacu peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Jika saat ini rata-rata TKDN kendaraan listrik berada di angka 40 persen, Presiden menargetkan angka tersebut harus meningkat menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan, dan mencapai angka 80 persen pada tahun 2030.

"Dalam waktu sebentar lagi mungkin dua tahun lagi akan menuju 60 persen, dua tahun setelah itu akan menuju 80 persen,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan arah kebijakan nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan beralih ke energi berbasis listrik serta energi terbarukan.

Baca Juga: Harga BBM Bisa Melambung Kapan Saja, Saatnya Beralih ke Mobil Listrik

“Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan rencana pembangunan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt dalam waktu relatif singkat. Program ini akan diiringi dengan penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini masih digunakan.

“Dari menutup itu, kita akan menghemat 200 ribu barel sehari. Kita masih perlu impor, sekarang ini 1 juta barrel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen,” jelas Presiden.

Tags:

#Sedan Listrik Nasional #Presiden Prabowo Subianto #Mobil Listrik Baru

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan