Punya Mitsubishi Outlander PHEV, Ngga Perlu Takut Mati Lampu

Punya Mitsubishi Outlander PHEV, Ngga Perlu Takut Mati Lampu Mitsubishi Outlander PHEV (Deni/KO)

KabarOto.com - Mitsubishi Outlander PHEV yang baru saja meluncur di Indonesia, ternyata bukan sebatas berfungsi sebagai kendaraan saja. Namun mobil yang diluncurkan secara resmi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 itu, ternyata bisa digunakan sebagai sumber listrik, baik di rumah maupun lokasi lainnya yang mengalami putus aliran listrik, lohh!

Mitsubishi Outlander PHEV memang diketahui menggunakan mesin listrik sebagai jantung pacunya. Teknologi plug-in hybrid electric vehicle yang diusung mobil ini rasanya pantas menyandang banderol Rp 1,289 miliar. Fitur yang ditawarkan pun cukup lengkap, baik dari sisi eksterior, interior, dan teknologi yang diusungnya.

Irwansyah Siregar, Head of Technical Service and Customer Service Support Section PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia menjelaskan, Outlander PHEV tidak sebatas kendaraan saja, namun bisa menjadi generator atau berfungsi layaknya powerbank.

Baca juga: Mitsubishi Jual 2.526 Unit Kendaraan Hingga 8 Hari Penyelenggaraan GIIAS

"Jika dalam kondisi baterai penuh, Outlander PHEV itu bisa dijadikan seperti powerbank. Namun daya yang dikeluarkan dibatasi hingga 1.500 watt saja," jelas Irwansyah ketika berbincang dengan KabarOto di ICE, BSD, Tangerang, Jumat (26/7/2019).

Sebagai informasi, untuk dapat menggunakan daya dari Outlander PHEV terbilang cukup mudah, karena telah disediakan soket di bagasi belakang Outlander PHEV. Bila digunakan sebagai generator layaknya powerbank, pemilik kendaraan hanya tinggal colok saja beban yang mau dipasang, tanpa harus menyalakan mesin mobil.

Mitsubishi Outlander PHEV

"Contohnya itu, kalau ingin menyalakan lampu, kulkas atau apa, tinggal colok saja di bagasi belakang. Memang hanya 1,5 kilo watt maksimal yang bisa dikeluarkan," jelas Irwansyah.

Irwansyah juga menjelaskan, bila daya baterai tersisa 20 persen, otomatis mesin bensin akan menyala untuk mengisi daya ke baterai. "Keunggulan Outlander PHEV, jika baterai dalam kondisi penuh, bensin juga penuh, mati lampu beberapa hari pun bisa dimanfaatkan," tukasnya.

Baca juga: Bukan Di GIIAS, Mitsubishi Outlander PHEV Seharga Rp1,2 Miliar Sudah Dipesan 40 Unit

Sekadar informasi, New Outlander PHEV menggendong mesin bensin 4 silinder MIVEC DOHC berkapasitas 2.400 cc, yang dipadukan dengan mesin listrik. Teknologi yang digunakan pada kendaraan ini tidak hanya menggunakan elektrik sebagai tenaga utamanya.

Hal utama yang menjadi andalan pada teknologi ini yaitu sistem penggerak motor yang terintegrasi sedemikian rupa dengan baterai dan mesin yang menjadikan kendaraan ini dapat melaju di kecepatan maksimal.