Rara, Pawang Yang Hentikan Hujan Di Mandalika Mengaku Tak Bisa Diintervensi

Rara, Pawang yang Hentikan Hujan di Mandalika Mengaku Tak Bisa Diintervensi Pawang hujan di siruut Mandalika (Foto: Istimewa)

KabarOto.com - MotoGP Grand Prix of Indonesia di Mandalika International Sirkuit 18-20 Maret menyimpan cerita tersendiri. Mulai dari antusiasnya pengunjung mendatangi sirkuit hingga hujan lebat menjelang balapan. Hujan menunda balapan sampai kurang lebih 30 menit.

Namun, yang menarik perhatian adalah munculnya sosok wanita menggunakan pakaian berwarna hitam. Dia jalan sambil memegang mangkok emas dengan pengaduk yang dipukul-pukul.

Sambil komat-kamit, dia terlihat serius menjalankan tugasnya. Fotografer dan kameraman juga tak mau ketinggalan mengabadikan momen langka ini.

Baca Juga: Mengenal Highside, Kecelakaan Yang Menimpa Marc Marquez Di Mandalika

Ritual Rara, pawang Hujan Sirkuit Mandalika (Foto: Istimewa)

Dia adalah pawang hujan, yang direkrut oleh MGPA dan ITDC untuk menghalau hujan. Wanita bernama Raden Roro Istiati Wulandari atau biasa disapa Rara ini sontak menjadi perhatian seluruh pembalap beserta tim serta penonton di sirkuit. Rara pun viral.

Saat ia melakukan ritual, hujan pun dengan segera berhenti. Aksinya di sirkuit tersebut, mendapat sambutan dari penonton. Mungkin mereka takjub, dengan ritual yang dilakukan.

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selama beberapa hari, memberikan tenda khsuus untuk dia di area sirkuit. Cara Rara menghentikan hujan membuat para pembalap takjub. Bahkan, Fabio Quartararo menirukan cara Rara menghentikan hujan di dalam paddock. Akun Twitter resmi MotoGP menyebutnya sebagai The Master.

Rara sendiri merupakan wanita kelahiran Papua, yang menganut kejawen. Rara memiliki darah Jawa dan tinggal di Bali. Ia belajar menjadi pawang sejak kecil, dan sudah dilibatkan pada beberapa event nasional.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Rara mengaku tidak menikah dan tidak makan daging hewan berkaki empat. "Kalau sedang ritual saya tidak boleh lapar," jelasnya.

Ia pun menyatakan tidak banyak makan, namun butuh kasih sayang dan Perhatian. "Makanan yang dikasih ini tanda kasih sayang atau perhatian ke saya. Kalau saya sukanya makan kurma dan cokelat," terang Rara.

Dalam praktiknya, Rara tak ingin ada yang mengintervensi. Dalam artian, tak ada pihak lain yang bekerja sepertinya. Jika itu dilakukan, upaya-upaya yang dijalankan Rara bisa gagal terlaksana.

Baca Juga: Meski Berada Di Posisi 11 Di Mandalika, Enea Bastianini Masih Duduki Pucak Klasemen MotoGP

Dalam praktiknya, Rara mengaku tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun, selain yang bekerjasama dengan dia. Dalam hal ini MGPA. Ia selalu menuruti perintah dari yang meminta jasanya. Selama bertugas di Mandalika, perintah dari MGPA bisa datang kapan saja, dan ia harus memenuhinya.