Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Renault RS10 1979, Mobil Mesin Turbo Pertama yang Menjuarai F1

Kamis, 23 April 2026
Renault RS10 1979, Mobil Mesin Turbo Pertama yang Menjuarai F1

Renault RS10 (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kabaroto.com - Dunia balap Formula 1 mencatat sejarah besar yang mengubah peta teknologi otomotif pada 1 Juli 1979 di Sirkuit Dijon-Prenois. Dalam gelaran Grand Prix Prancis tersebut, Renault RS10 secara mengejutkan berhasil menjadi mobil bertenaga turbo pertama yang memenangkan balapan F1.

Kemenangan ini sekaligus membungkam keraguan banyak pihak yang sebelumnya meragukan daya tahan dan reliabilitas mesin induksi paksa di lintasan balap paling bergengsi di dunia.

Kemenangan bersejarah tersebut diraih oleh pembalap asal Prancis, Jean-Pierre Jabouille, yang memulai balapan dari posisi terdepan (pole position). Renault RS10 bukan sekadar mobil balap biasa, melainkan laboratorium berjalan yang dikembangkan Renault sejak akhir tahun 70-an.

Mesin turbo yang sempat menjadi ejekan tim di Formula 1

Baca Juga: Tim Williams Situasi Terkini, Harus Membalikkan Keadaan dan Bersaing

Dengan mengandalkan mesin V6 berkapasitas 1,5 liter yang dilengkapi dengan twin-turbocharger, RS10 mampu menyemburkan tenaga yang jauh melampaui mesin konvensional berkapasitas 3,0 liter milik para pesaingnya saat itu.

Namun, perjalanan menuju puncak podium tidaklah mudah bagi Renault. Pada awal pengembangannya, mesin turbo Renault seringkali dianggap sebagai lelucon karena sering mengeluarkan asap putih dan meledak di tengah balapan, sehingga dijuluki "Teko Kuning" (The Yellow Teapot).

The Yellow Teapot

Masalah utama yang dihadapi adalah turbo lag yang sangat besar, di mana tenaga mesin tidak langsung keluar saat pengemudi menginjak pedal gas, sehingga mobil sangat sulit dikendalikan di tikungan.

Renault RS10 membawa solusi melalui pengembangan sistem twin-turbo yang lebih responsif dibandingkan pendahulunya, RS01. Keberhasilan di GP Prancis 1979 membuktikan bahwa insinyur Renault telah berhasil menjinakkan keganasan tenaga turbo.

Tidak hanya soal mesin, RS10 juga memanfaatkan desain ground effect yang revolusioner untuk memberikan traksi maksimal di lintasan, menjadikannya senjata mematikan yang sangat cepat di lintasan lurus maupun tikungan cepat.

Teknologi turbocharger saat itu sulit mengendalikan turbo lag

Meskipun kemenangan Jabouille adalah sorotan utama, balapan tersebut juga dikenang karena duel legendaris memperebutkan posisi kedua antara rekan setim Jabouille, Rene Arnoux, melawan Gilles Villeneuve dari Ferrari.

Baca Juga: Red Bull Racing umumkan Perubahan, untuk Memperkuat Kepemimpinan Teknis

Duel sengit yang melibatkan aksi saling salip di lap-lap terakhir tersebut menjadi bukti bahwa mobil bermesin turbo mampu bersaing secara wheel-to-wheel dengan mobil bermesin konvensional dalam intensitas tinggi, sekaligus mempertegas dominasi Renault di kandang sendiri.

Sejak kemenangan fenomenal Renault RS10 tersebut, wajah Formula 1 berubah selamanya. Dalam beberapa tahun berikutnya, hampir seluruh pabrikan besar mulai beralih menggunakan teknologi turbocharger, yang kemudian merambah ke mobil produksi massal di seluruh dunia.

Renault RS10 tetap berdiri tegak sebagai ikon inovasi yang membuktikan bahwa keberanian untuk berbeda dan ketekunan dalam riset dapat meruntuhkan dominasi teknologi lama.

Tags:

#Renault RS10 1979 #Sejarah Formula 1 #Mobil Klasik #Mesin Turbo
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Kusnadi Chahyono

Jurnalis otomotif sejak 2003. Senang naik motor dan mengulas mobil baru terutama teknologi terbaru. Pendidikan jurnalistik di FISIP UPN VETERAN JAKARTA angkatan 1997. Suka foto event karena sudah bisa megang kamera sejak SMP. Jurnalis dan fotografer tahun 2003-2013 di majalah otomotif tertua dari Inggris Autocar Magazine franchise Indonesia yang dipegang MRA Group. Sempat di PR Agency selama satu tahun. Sebagai jurnalis di Dapurpacu.com pada tahun 2014-2017. Bisa menjadi host otomotif setelah bergabung di Otoblitz. Saat ini menjadi jurnalis di Kabaroto.com.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan