Rifat Sungkar Bicara Wanita Pengguna SUV Perlu Waspada Hal Ini!
Mitsubishi Destinator
KabarOto.com - Tren penggunaan Sport Utility Vehicle (SUV) di kalangan wanita kini semakin meningkat karena memberikan kesan gagah dan rasa aman lebih saat di jalan raya. Namun, gaya hidup ini sering kali diikuti dengan modifikasi tampilan, salah satunya penggunaan ban tipe off-road agar mobil terlihat lebih gahar.
Sayangnya, banyak pengendara wanita yang hanya melihat aspek estetika tanpa menyadari bahwa pemilihan ban yang tepat sangat krusial bagi keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Penting bagi para wanita untuk memahami bahwa ban bukan sekadar objek bulat berwarna hitam. Setiap jenis ban memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda, terutama jika Anda memilih ban khusus off-road untuk penggunaan harian di aspal.
Baca Juga: Pesanan Melebihi Target, Pengiriman Jaecoo J5 EV Alami Antrean Panjang
Memahami "alat" yang kita gunakan sebelum duduk di balik kemudi adalah langkah awal yang paling mendasar agar terhindar dari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan akibat salah memilih komponen kendaraan.
Rifat Sungkar menyoroti fenomena di mana banyak pengendara ingin tampil gaya dengan ban SUV namun tidak memahami konsekuensinya. Hal tersebut diungkapkannya saat Indonesia's Automotive Outlook 2026 bersama Forum Wartawan Otomotif yang digelar di daerah Sentul, Jawa Barat.
Ban tipe off-road (seperti jenis M/T atau A/T yang agresif) cenderung menghasilkan suara berisik dan getaran yang masuk ke kabin.
“Selain itu, ban ini sering kali membuat kemudi terasa lebih berat atau memberikan sensasi "ketarik" ke arah tertentu, yang jika tidak dipahami, akan membuat pengendara merasa tidak nyaman atau bahkan panik saat menghadapi respon setir yang berbeda,” ujar Rifat Sungkat.
Masalah sensitivitas terhadap kecepatan juga menjadi catatan penting. Secara umum, terdapat perbedaan sensitivitas kecepatan antara pria dan wanita, di mana wanita terkadang kurang menyadari apakah mereka sedang melaju di kecepatan 60 km/jam atau 100 km/jam.
Rifat menegaskan bahwa untuk SUV yang memiliki bobot lebih berat, kontrol terhadap kecepatan sangatlah vital. Kecepatan yang terlalu tinggi tanpa disadari akan membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan, terutama saat harus melakukan manuver mendadak.
Baca Juga: Mau Beli Mobil Baru, Sob? Ini Skema Harga New Toyota Raize
Hal krusial berikutnya adalah jarak pengereman. Perlu diingat bahwa SUV memiliki stopping distance atau jarak pengereman yang lebih jauh dibandingkan mobil kecil karena massa kendaraannya yang besar.
"Jika ditambah dengan penggunaan ban yang tidak sesuai dengan medannya (ban off-road di aspal basah, misalnya), daya cengkeram atau grip akan berkurang drastis," yakin Rifat Sungkar yang juga sebagai Brand Amabassador Mitsubishi Indonesia.
Kombinasi antara bobot berat dan ban yang salah bisa menjadi resep bahaya yang mengancam nyawa jika pengendara tidak waspada.
Mengendarai SUV sebenarnya adalah hal yang bisa dipelajari melalui kebiasaan, namun pemahaman teknis terhadap alat yang dipakai tetap yang utama. Pastikan mengenali karakter ban yang terpasang dan menyesuaikan gaya berkendara dengan spesifikasi kendaraan tersebut.
Dengan memahami bahwa kecepatan sangat memengaruhi cengkeraman ban, Anda akan menjadi pengendara yang lebih bijak dan tetap terlihat keren tanpa harus mengorbankan keamanan di jalan raya.
Tags:
#Rifat Sungkar #SUV Off-Road #Ban Mobil