Sejarah Toyota HiAce Dari Generasi Ke Generasi, Andalan Mobil Angkut Barang Dan Penumpang

Sejarah Toyota HiAce dari Generasi ke Generasi, Andalan Mobil Angkut Barang dan Penumpang Sumber: Wikipedia dan TAM

KabarOto.com - Apa yang ada di pikiran ketika mendengar nama Toyota HiAce? Ya, sebuah kendaraan pengangkut barang yang bentuknya panjang, kehandirannya di Indonesia sejak 1971. Bahkan Toyota HiAce hingga saat ini masih digunakan sebagai kendaraan angkutan penumpang, karena mampu menampung hingga 15 penumpang.

Hingga saat ini Toyota HiAce digunakan secara luas dalam berbagai konfigurasi untuk kebutuhan berbagai macam bisnis.

Baca Juga: Toyota Hiace Ini Siap Tangani Penderita Serius Covid-19

Generasi Pertama (H10), 1967–1977

Generasi HiAce pertama, dimulai dengan kode H10 merupakan lansiran 1967 diproduksi langsung di Jepang dan hadir dalam dua versi, pikap 2 pintu dan minibus 4 pintu. Toyota HiAce pikap masuk ke Indonesia dibawa oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) pada 1971 secara CKD. Seiring kebutuhan, HiAce pun dikonversi menjadi minibus oleh berbagai karoseri di Tanah Air.

Kabarnya versi CBU juga ada, digunakan khusus untuk kendaraan instansi pemerintah pada masa itu.

Toyota HiAce generasi pertama produksi tahun 1967 versi minibus

Mobil komersil ini jamak digunakan pebisnis rental untuk mengangkut barang untuk versi pikap, untuk versi minibus karena mampu menampung hingga 8 penumpang, sering digunakan sebagai kendaraan antar-jemput karyawan juga wisatawan.

Generasi pertama ini memiliki 2 lampu depan berbentuk bulat berdempetan pada bagian kanan dan kiri. Kini, model ini sudah jarang sekali ditemui.

Toyota HiAce generasi pertama versi pikap

Semua varian memiliki dimensi panjang yang sama, yaitu 4.310 mm dengan beberapa pilihan mesin, di antaranya mesin 4 silinder segaris berkapasitas 1.350 cc bertenaga 69 dk, mesin 1.600 cc bertenaga 82 dk, serta tambahan mesin 1.800 cc untuk varian yang diluncurkan pada 1975.

Generasi Kedua (H11, H20, H30, H40), 1977 – 1982

Generasi kedua Toyota HiAce hadir pada periode 1977 hingga 1982 dengan seri H11, H20, H30 dan H40. Terdapat beberapa perubahan pada generasi kedua ini, di antaranya hanya dibekali lampu bulat dengan frame luar kotak satu bagian dengan lampu senja dan sein.

Mesinnya masih sama, yakni 4 silinder segaris berkapasitas 1.350 cc bertenaga 69 dk, lalu mesin 1.600 cc bertenaga 82 dk, hadir juga mesin 1.800 cc dan tambahan mesin diesel 2.200 cc. Mesin diesel ini banyak digemari oleh perusahaan logistik di Indonesia.

Baca juga: Toyota HiAce Dimodifikasi Ala Racing? Kenapa Tidak
Toyota Hiace generasi kedua (Foto: www.pinterest.ch)

Sayangnya, kehadiran HiAce di Indonesia hanya hingga generasi kedua yang masuk secara resmi. Akibat harga jual yang cukup tinggi pada saat itu, akhirnya TAM hanya mengandalkan penjualan model truk untuk kepentingan komersial.

Generasi Ketiga (H50, H60, H70, H80, H90), 1982-1989

Generasi ketiga HiAce diluncurkan pada 1982, tersedia dalam berbagai jarak sumbu roda. Versi van dan commuter diperbarui pada 1989, versi pikap tetap dijual sampai pertengahan 1995. Desain kabin untuk HiAce lebih besar, namun dengan styling depan yang jauh berbeda.

Generasi ketiga bentuknya agak mengotak (Foto: Istimewa)

Ada banyak pilihan dan varian yang diberikan dari generasi ketiga. Misalnya van seri 50 menggunakan jarak sumbu roda pendek, seri 60 dengan dengan jarak sumbu roda yang lebih panjang, serta seri 70 dengan sumbu roda super-panjang.

Untuk versi pikap menggunakan kode seri 80 dan 90. Mesin yang digunakan masih sama dengan generasi kedua.

Baca juga: Video Review Toyota HiAce Premio

Generasi Keempat (H100), 1989-2004

Generasi keempat HiAce diluncurkan pada 1989, tersedia dengan versi sumbu roda standar dan sumbu roda panjang. Hanya dibuat dalam bentuk Van dan Minibus atau Commuter, chassis panjang, atap biasa dan atap tinggi (highroof).

Di Jepang, hadir dalam versi van mewah Super Lounge dengan penggerak 4WD, serta saudara kembarnya yang disebut Regiusace. Generasi keempat ini mulai dipasarkan di Indonesia sejak tahun 1990.

Toyota Hiace generasi keempat mulai masuk Indonesia tahun 1990 (Foto: Istimewa)

Generasi ini hadir dengan kode H100, mesin yang digunakan bervariasi. Mulai dari mesin bensin 4 silinder segaris berkapasitas 2.000 cc, 2.400 cc, 3.000 cc, dan mesin diesel V6 turbo berkapasitas 3.400 cc. Transmisi memiliki pilihan otomatis 4 percepatan dan manual 5 percepatan.

Di Jepang, HiAce hadir dengan versi mewah yakni Super Lounge dengan penggerak empat roda. Generasi keempat bisa dibilang sebagai generasi yang sangat sukses dan laris manis di luar Jepang, salah satunya di Australia.