Selama Operasi Ketupat Arus Balik Menurun 70 Persen

Selama Operasi Ketupat Arus Balik Menurun 70 Persen

KabarOto.com - Saat ini pemerintah tengah mengimbau masyarakat yang melakukan mudik untuk tidak kembali sementara waktu. Tagar #tundakembali pun sudah menyebar di media sosial agar hal ini bisa didengar oleh masyarakat. Usai Hari Raya Lebaran, sebelumnya Kemenhub memprediksi lonjakan arus balik terjadi antara tanggal 30 Mei hingga 1 Juni.

"Kami bersama stakeholder terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi adanya potensi lonjakan arus balik. Fokus kami adalah pengawasan potensi puncak arus balik, khususnya yang melalui jalur darat," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Baca Juga: Hingga H+6 Lebaran 2020, Lebih Dari 422 Ribu Kendaraan Tercatat Menuju Jakarta

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat terjadi penurunan kendaraan arus balik Lebaran di tahun ini, dibandingkan dengan periode di tahun sebelumnya. Penurunan arus balik mencapai 70 persen selama Operasi Ketupat 2020.

"Kalau disimpulkan, turun sampai 70% jika dibandingkan dengan data tahun lalu," jelas Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Istiono, M.H.

Kakorlantas Polri juga menjelaskan terdapat 45 ribu kendaraan arus balik yang dihalau petugas dan diperintahkan putar balik hingga H+7 Lebaran atau Minggu, (31/5). Mereka berasal dari Jawa Timur menuju Jakarta, maupun dari arah Lampung dan Banten.

Data tersebut berdasarkan akumulasi dari sejumlah titik penyekatan Operasi Ketupat yang dilaksanakan tujuh polda mulai dari Jatim hingga Lampung.

Baca Juga: Berikut Persebaran Titik Penyekatan Arus Balik Di Ruas Dan Gerbang Tol Se-Pulau Jawa

Volume arus balik di sejumlah titik tergolong rendah, di mana kendaraan didominasi angkutan logistik. Selain itu, tidak ada antrean kendaraan di sejumlah pos penyekatan.

Operasi Ketupat 2020 mulanya dilaksanakan 24 April-31 Mei 2020. Namun, diperpanjang sepekan hingga 7 Juni. Perpanjangan ini sebagai upaya menekan jumlah arus balik kendaraan usai Idul Fitri 1441 Hijriah.