KabarOto.com - Era mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) Porsche Macan akan segera berakhir. Pabrikan asal Jerman tersebut mengonfirmasi bahwa produksi salah satu model terlarisnya akan dihentikan sepenuhnya pada pertengahan tahun 2026.
Langkah ini menandai transisi besar Porsche, karena seluruh lini Macan akan difokuskan pada tenaga listrik murni (EV).
Keputusan untuk menyuntik mati Macan bensin sebenarnya sudah terlihat sejak peluncuran versi Electric awal tahun lalu.
Pabrikan awalnya berencana menjual kedua versi secara berdampingan di beberapa pasar, namun regulasi emisi yang semakin ketat dan strategi elektrifikasi global memaksa perusahaan untuk mempercepat masa pensiun model ICE.

Baca Juga: Porsche Lepas Saham Bugatti Rimac ke Konsorsium HOF Capital
Nantinya, lini produksi di pabrik Leipzig akan dialihkan sepenuhnya untuk mendukung volume produksi Macan Electric yang permintaannya terus meningkat.
Selain faktor strategi elektrifikasi, kendala teknis terkait regulasi keamanan siber (cybersecurity) di Uni Eropa juga menjadi alasan utama.
Arsitektur elektronik pada Macan generasi lama (ICE) dianggap tidak lagi memenuhi standar keamanan data terbaru yang ditetapkan regulator Eropa. Alih-alih melakukan perombakan besar, dan memakan biaya tinggi, Porsche memilih untuk menutup usia model tersebut.

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2014, Macan telah menjadi tulang punggung penjualan Porsche di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. SUV kompak ini berhasil menarik segmen konsumen baru yang menginginkan performa khas Porsche untuk penggunaan harian.
Baca Juga: Porsche Resmi Luncurkan Cayenne Coupe Electric 2026, Varian Turbo Tembus 1.139 Dk
Di pasar global, stok unit Macan bensin yang tersisa diperkirakan akan habis dalam waktu singkat seiring dengan kolektor dan penggemar mesin bensin yang ingin memiliki unit terakhir dari lini legendaris ini.
Bagi konsumen yang menginginkan Macan, Porsche kini menawarkan Macan Electric yang dibangun di atas platform Premium Platform Electric (PPE). Meskipun tanpa raungan mesin bensin, varian elektrik ini menawarkan performa lebih buas, teknologi kabin lebih mutakhir, dan jarak tempuh kompetitif untuk kelas SUV mewah.