Serba Serbi Girboks Otomatis Modern, Simak Penjelasannya
Foto: KabarOto
KabarOto.com - Seiring evolusi di industri otomotif, transmisi otomatis modern tidak lagi hanya sekadar kemudahan dalam berkendara. Seiring berkembangnya teknologi, transmisi otomatis juga dapat dirancang agar mampu beradaptasi dengan karakter pengemudi serta kondisi jalan.
Adapun Automatic Gearbox Autoadaptive yang merupakan adaptasi lebih lanjut dari transmisi otomatis terkini. "Kalau transmisi otomatis konvensional yang memiliki pola perpindahan gigi tetap, beda dengan autoadaptive gearbox dirancang untuk 'belajar' dan menyesuaikan perpindahan gigi berdasarkan kebiasaan dan situasi mengemudi," jelas Andre Rusli dari ADR Motorsport.
Automatic Gearbox Autoadaptive, yang menurutnya lazim ditemukan pada mobil modern, sistemnya dikendalikan oleh Transmission Control Unit (TCU). Unit ini menerima data dari berbagai sensor kendaraan, seperti posisi pedal gas, putaran mesin (RPM), kecepatan kendaraan, beban mesin, pola pengereman, hingga suhu oli transmisi.
Baca Juga: Pembalap Profesional Beberkan Cara Hadapi Pecah Ban Anti Panik

Berdasarkan data tersebut, sistem akan memilih pola perpindahan gigi (shift map) yang paling sesuai. Hasilnya, karakter transmisi dapat berubah secara dinamis tanpa disadari pengemudi.
"Saat pengemudi berkendara dengan gaya santai, transmisi akan lebih cepat menaikkan gigi pada putaran mesin rendah untuk menjaga efisiensi bahan bakar. Sebaliknya, ketika pengemudi sering melakukan akselerasi agresif atau kickdown, transmisi akan menahan gigi lebih lama agar respon tenaga terasa lebih optimal," imbuhnya.
Kemampuan autoadaptive tidak hanya terbatas pada membaca gaya mengemudi. Sistem ini juga mampu menyesuaikan diri dengan kondisi jalan. Saat kendaraan melintasi tanjakan, transmisi akan menahan gigi rendah untuk menjaga torsi. Sementara di jalan menurun, sistem dapat menurunkan gigi secara otomatis guna membantu engine brake dan menjaga kestabilan kendaraan.
Karakter perpindahan gigi menurutnya dapat terasa berbeda dari waktu ke waktu, atau bahkan berbeda antara satu pengemudi dengan pengemudi lainnya. Dan dalam kondisi tertentu, pengemudi mungkin merasakan perpindahan gigi sedikit lebih lambat saat mesin masih dingin, atau respon transmisi yang berubah setelah sering digunakan secara agresif.
Baca Juga: Pelek Spoke Atau Jari-jari, Jangan Sembarangan Merawatnya

"Kondisi tersebut masih tergolong normal dan merupakan bagian dari proses adaptasi sistem. Namun, penting untuk membedakannya dengan gejala gangguan teknis. Seperti sentakan keras yang berulang, slip transmisi, keterlambatan masuk gigi yang kasar, atau aktifnya mode darurat (limp mode) bukanlah karakter autoadaptive dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," wantinya.
Agar sistem autoadaptive bekerja optimal, perawatan transmisi menjadi faktor krusial, terutama penggunaan oli transmisi dengan spesifikasi yang sesuai rekomendasi pabrikan. Seperti penggunaan Oli yang tidak sesuai dapat mempengaruhi tekanan hidrolik dan logika adaptasi transmisi, sehingga kualitas perpindahan gigi menurun.
Pasca penggantian oli, pelepasan aki atau perbaikan pada sistem transmisi, sistem autoadaptive biasanya butuh waktu untuk kembali mempelajari gaya mengemudi. Pada fase ini, karakter perpindahan gigi dapat terasa berbeda hingga proses adaptasi kembali stabil.
Tags:
#Tips Merawat Mobil Matic #Transmisi Otomatis #Otomatis