Serba-Serbi Mobil Listrik Di Indonesia Yang Perlu Diketahui

Serba-Serbi Mobil Listrik di Indonesia yang Perlu Diketahui Mitsubishi i-MIEV (Deni/KabarOto)

KabarOto.com - Masa depan industri otomotif dunia saat ini mulai beralih dari mobil konvensional menuju mobil bertenaga listrik. Hal tersebut terlihat dari semakin gencarnya para agen pemegang merek (APM) semakin gencar untuk memperkenalkan model-model kendaraan listriknya baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Sebenarnya masa depan mobil listrik di Indonesia tergantung dari regulasi pemerintah. Pasalnya, pemerintah Indonesia seakan-akan mempersulit produksi mobil listrik, sehingga beberapa tipe mobil gagal diproduksi. Andai saja pemerintah Indonesia bersikap lebih bijak dan mendukung pengembangan mobil listrik, tentu sudah banyak mobil listrik yang diproduksi massal di Indonesia. Padahal Indonesia memiliki SDM berkualitas dan terbukti bisa menciptakan mobil listrik berkualitas dunia.

Baca juga: Mitsubishi Yakin Pemerintah Dapat Penuhi Target Untuk Kendaraan Listrik

Selain itu, para APM pun kerap dihadapkan dengan beragam kendala untuk dapat bisa benar-benar memasarkan mobil listrik andalan mereka di Indonesia. Dari beragam kendala tersebut, permasalahan yang paling sulit adalah menentukan harga untuk produk mereka yang nantinya masuk pasar nasional dengan banderol yang cenderung mahal, pajak yang juga tinggi, serta ketersediaan infrastruktur pengisian daya listrik (charging station).

Rahardito Dio Prastowo, Technical Instructor PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengatakan, untuk pengisian mobil listrik sebenarnya bisa dilakukan dimana saja. "Pengisian itu bisa di rumah, namun membutuhkan waktu pengisian yang cukup lama, ketimbang waktu yang dibutuhkan jika diisi melalui perangkat quick charging," ujarnya saat ditemui di sela-sela perayaan HUT ke-15 tahun Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) di Sentul, Bogor, Sabtu (12/5/2018).

Mitsubishi i-MIEV

Jika berkiblat kepada negara Jepang, tambah Rahardito, para pengguna mobil listrik biasanya mengisi daya listrik di port pengisian umum. Karena hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk dapat mengisi 80 persen kapasitas baterai untuk kendaraan mereka. Sementara jika mengisi dirumah membutuhkan waktu hingga 6 sampai 10 jam, tergantung kepada daya listrik di rumah.

"Contohnya itu seperti mengisi daya listrik pada Mitsubishi i-MIEV, jika dicas hingga penuh itu membutuhkan waktu hingga 6 jam dengan daya listrik AC230 volt dengan 15 ampere, 8 jam untuk 10 ampere dan 10 jam untuk 8 ampere. Sementara untuk listrik rumah tangga di Indonesia itu rata-rata masih 6 ampere, jadi pengisiannya memakan waktu yang lebih lama," bebernya.

Meski begitu, Rahardito menegaskan bahwa untuk mengisi daya i-MIEV menggunakan daya 230volt, jadi jika diisi dengan daya sebesar 220volt tidak masalah. Namun di Indonesia umumnya 6 ampere. Dan itu akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pengisian dayanya.