Sertifikasi Industri Karoseri, Hino Makin Kontrol Kualitas Kendaraan untuk Transportasi Negeri

Minggu, 16 Agustus 2026
Sertifikasi Industri Karoseri, Hino Makin Kontrol Kualitas Kendaraan untuk Transportasi Negeri

Bus Hino buatan Karoseri Tentrem di GIIAS 2026

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Industri karoseri di Indonesia makin terus berkembang seiring dengan tumbuhnya layanan sektor transportasi publik dan angkutan barang. Perkembangan industri ini berjalan beriringan dengan industri kendaraan niaga di Indonesia untuk menggerakkan denyut ekonomi melalui transportasi barang dan penumpang.

Dalam perjalanannya, industri karoseri menjadi mitra penting bagi industri otomotif yang memasarkan kendaraan niaga untuk merakit bodi kendaraan untuk beragam kebutuhan baik angkutan barang maupun penumpang yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pasar lokal yang makin beragam.

Baca Juga: Hino Hadirkan Bus RM 280 ABS Retarder, Fokus Pada Keselamatan dan Efisiensi

Sebagai agen pemegang merek, industri otomotif kendaraan niaga seperti Hino terus melakukan supervisi dan kepada industri karoseri nasional agar kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan standar Hino Motors sebagai pabrikan, serta tidak melanggar regulasi yang ditetapkan pemerintah sekaligus tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan.

Taufan Prayoga, Produk Planning Department PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengatakan, kualitas kendaraan bus dan truk tidak hanya ditentukan oleh kualitas sasis tapi juga kualitas bodi berkualitas tinggi.

Bus Grand Avante terbaru garapan Karoseri Tentem, Malang, di booth Hino GIIAS 2026.

"Karena itu kerjasama antara pabrikan kendaraan seperti Hino dengan karoseri harus terus ditingkatkan," ujarnya saat membuka Diskusi Panel bertajuk Accelerating Quality & Safety: Digitalisasi PDI dan Standarisasi Karoseri Hino untuk Transportasi Indonesia yang diselenggarakan HMSI bersama Forum Wartawan Otomotif di GIIAS 2026, Kamis, (06/08/2026)

Digitalisasi Pre-Delivery Inspection

Dia menegaskan, digitalisasi pre-delivery inspection ini merupakan bagian dari komitmen Hino menjaga kepuasan pelanggan melalui pendekatan Total Support.

"Kami telah melakukan sertifikasi terhadap karoseri bus dan truk dan di GIIAS 2026 ini kami telah menyerahkan sertifikasi karoseri kepada 12 karoseri truk dan 8 karoseri bus," ungkapnya.

Sebagai bagian dari komitmen Total Support, Hino terus menambah jumlah karoseri yang tersertifikasi. Dody Pramono, Truck and Body Maker PT HMSI mengungkapkan, saat ini ada 482 karoseri yang memiliki Surat Keterangan Rancang Bangun (SKRB) Hino dan terdaftar di Kementerian Perhubungan.

Untuk diketahui, SKRB merupakan dokumen resmi ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk perusahaan karoseri atau modifikasi kendaraan bermotor.

SKRB menjadi bukti legalitas di perusahaan karoseri bahwa desain, ukuran, dan bahan pembuatan bodi kendaraan buatan karoseri telah mendapat persetujuan.

Model Hino yang tampil di GIIAS 2026

SKRB Jadi Syarat Utama

SKRB juga menjadi syarat utama penerbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). Tanpa adanya dokumen ini, proses pengurusan KIR, STNK, dan BPKB kendaraan tidak bisa berjalan. "SKRB ini menjadi syarat wajib agar karoseri bisa membikin bodi kendaraan," kata Dody Pramono.

Dari jumlah 482 industri karoseri truk dan bus yang beroperasi di Indonesia saat ini sudah 80-an karoseri yang telah menerima sertifikasi Hino. Terbanyak adalah karoseri truk di mana 30 karoseri diantaranya adalah untuk karoseri dump truck, serta 10 sertifikat untuk karoseri bus.

Dody menekankan, sertifikasi ini berlaku 2 tahun dan sudah berjalan sejak 8 tahun ini. Dia menjelaskan, sertifikasi ini memiliki banyak manfaat. Yang terutama adalah meningkatkan nilai jual produk karoseri ke customer. Selain itu juga meningkatkan kepercayaan customer terhadap industri karoseri dan produk karoseri yang dihasilkan.

Dia mengatakan, karoseri yang telah tersertifikasi Hino juga akan mudah mendapatkan customer pembeli kendaraan Hino karena data-data karoseri yang telah menerima sertifikasi ini telah direferensikan oleh HMSI ke semua jaringan diler resminya untuk disampaikan ke customer ketika mereka hendak memesan bodi kendaraan.

Hino serahkan sertifikasi

"Kami di HMSI terus melakukan pembinaan dan terus memberikan technical guidance agar setiap karoseri bisa tetap membuat bodi di atas sasis Hino," kata Dody.

Training Offline dan Online

Dody menjelaskan, training yang diberikan ke karoseri dijalankan melalui training secara offline dan online ke karoseri setahun sekali, fokusnya adalah sosialisasi body mounting.

Yang terbaru, Hino juga mensosialisasikan digitalisasi Pre-Delivery Inspection (PDI) ke karoseri agar proses inspeksi produk karoseri sebelum dikirim ke konsumen menjadi lebih cepat dan pencarian data lama juga lebih mudah dan cepat.

Dody menekankan, sertifikasi yang diberikan oleh HMSI ke industri karoseri mengacu pada model kendaraan niaga yang diproduksi Hino. "Ini karena setiap model kendaraan memiliki teknik body mounting berbeda," Dody memberikan alasan.

Dia mencontohkan, untuk pembuatan bodi karoseri bus, sertifikasi diberikan per model per sasis bus Hino. Misalnya, sertifikasi untuk bus medium Hino GB150 dan sertifikasi untuk bus besar RK280, Hino A240, Hino RM 280 ABS dan sebagainya

Hal itu juga berlaku untuk sertifikasi karoseri sasis truk Hino yang berlaku untuk per model truk Hino misalnya, untuk truk medium duty Hino FL280 JW. "Setiap model punya body mounting manual masing-masing, dan itu berbeda," ungkapnya.

Tentang aspek teknis seperti pemilihan material pelat, Dody mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan karoseri. "Misal untuk sasis bus RM280, JBB-nya kan 16 ton. Teman-teman di karoseri yang lebih kompeten menghitung berat bodi busnya supaya GVW-nya tidak terlampaui," beber Dody.

PDI, Tahapan Tak Kalah Penting di Karoseri

Dody mengatakan, ada tiga titik yang terlibat dalam penerapan pre-delivery inspection kendaraan di karoseri sebelum unit yang telah selesai dibuat dikirim ke konsumen, yakni checker, approval dan petugas administrasi yang bertugas meng-input data PDI ke sistem aplikasi yang dibuat oleh HMSI.

"Ada 15 poin yang harus diperiksa untuk produk karoseri truk dan 20 poin di karoseri bus," kata Dody.

Heri Kumala dari Truck and Body Maker PT HMSI mengatakan, sejak 2024 HMSI telah mendorong digitalisasi PDI di industri karoseri yang telah mendapat sertifikasi body maker dari Hino. HMSI membuat sebuah aplikasi yang memudahkan pihak karoseri dalam melaporkan data hasil pengecekan kualitas bodi karoseri yang diproduksinya ke HMSI.

Dari total 80 perusahaan karoseri yang telah mendapat sertifikasi body maker Hino, 50 diantaranya telah mengadopsi digitalisasi PDI ini. Ke depan jumlah ini akan terus bertambah.

"PDI digital ini sudah trial di 2024 dan mulai dijalankan di 2025. Sekarang di step 2 sudah dijalankan mulai 2026," kata Heri Kumala.

"Program di step dua ini adalah penambahan fitur-fitur baru serta perbaikan bug. Program step 2 ini juga memastikan aplikasi benar benar bisa digunakan dengan baik," sebutnya.

Manfaat Digitalisasi PDI

Manfaat digitalisasi PDI ini bagi industri karoseri cukup banyak, yakni proses produksi sampai pemeriksaan kualitas akhir menjadi lebih terstruktur, data menjadi terdokumentasi dengan baik.

"Selain itu bisa mendorong komunikasi dua arah antara industri karoseri dengan HMSI sebagai agen pemegang merek. Kualitas produk karoseri juga jadi meningkat," kata dia.

Fathullah dari PT Mitra Toyotaka, satu dari puluhan industri karoseri bak truk yang telah mengantongi sertifikat body maker Hino, merasakan manfaat yang sangat tinggi dari program sertifikasi yang selama ini dijalankan PT HMSI di Indonesia.

Produk-produk buatan karoserinya menjadi mudah diterima pasar. Artinya, semua produk bodi truk yang dihasilkan perusahaannya dari sisi kualitas telah lolos supervisi dari Hino Indonesia.

Baca Juga: Damri dan Hino Bikin Bus Trayek Lintas 3 Negara

Begitu juga dengan penerapan digitalisasi PDI yang saat ini mulai dijalankan di PT Mitra Toyotaka. "Penerapan PDI ini membuat kami lebih mudah melakukan report monitoring ke HMSI," kata Fathullah. Ia menambahkan, digitalisasi PDI ini juga memberi nilai tambah ke customer kami bahwa semua produk bodi truk yang kami produksi sesuai standar Hino.

Tags:

#Hino Bus 136 MDBL 4x4 # Hino 300 Series 136 MDLR #Truk Listrik Hino
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan