KabarOto.com - BAIC BJ30 Hybrid dibekali teknologi HEV (Hybrid Electric Vehicle) yang bekerja dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik secara otomatis. Sistem ini memungkinkan distribusi tenaga berlangsung cerdas sesuai kebutuhan berkendara.
Performa Mesin
Di balik efisiensi yang ditawarkan, BJ30 Hybrid tetap mengedepankan performa. SUV 5-penumpang ini mengusung mesin 4 silinder, turbo hybrid berkode A156T2H-H1 dengan kapasitas 1.498 cc.
Kombinasi mesin bensin dan sistem listrik tersebut menghasilkan tenaga hingga 403 dk dengan torsi puncak 685 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) 2-percepatan dengan penggerak roda depan (FWD), serta dukungan baterai berkapasitas 19 kWh.
Dengan konfigurasi tersebut, akselerasi 0-100 kpj diklaim dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6,9 detik, angka yang tergolong kompetitif di kelas SUV hybrid.
Baca Juga: BAIC BJ40 Plus 4WD Shift on the Fly, Aktif di Kecepatan 20 Kpj
Efisiensi Tinggi & Jarak Tempuh 1.000 Km
Meskipun memiliki performa tinggi dan bodi yang besar, teknologi hibridanya membuat konsumsi BBM sangat efisien. Konsumsi bahan bakar resminya diklaim mencapai 15,5 kpl.
Dengan kapasitas tangki penuh, BAIC BJ30 diklaim mampu menjelajah hingga 1.000 kilometer dalam sekali pengisian bensin, menjadikannya solusi hemat di tengah tren kenaikan harga BBM.
Baca Juga: BAIC BJ30 Hybrid Tetap Hemat di Tengah Kenaikan Harga BBM, Ini Alasannya
Sistem Hybrid Pintar
Keunggulan utamanya, pengguna tidak memerlukan pengisian daya eksternal seperti mobil listrik murni. Baterai akan terisi secara otomatis melalui proses regenerative braking dan manajemen energi saat kendaraan melaju, sehingga lebih praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Berdasarkan pengujian internal BAIC, BJ30 Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar hingga 15,5 kpl. Dengan efisiensi tersebut, kendaraan ini tetap bisa menggunakan bensin RON tinggi seperti Pertamax seharga Rp 16.250 per liter, sehingga biaya operasional jauh lebih rendah dibandingkan SUV konvensional berbahan bakar mahal.
"Teknologi hybrid yang kami usung memungkinkan pengguna menikmati efisiensi bahan bakar yang optimal tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya listrik, karena sistem hybrid bekerja secara otomatis dan praktis," ujar Dhani Yahya Chief Operating Officer BAIC Indonesia kepada KabarOto.com.
