KabarOto.com - Penguatan distribusi logistik pedesaan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) siap berjalan. Mendukung program tersebut, dibutuhkan kendaaan komersial ringan, yang bisa menjangkau daerah pedesaan. Salah satu armada yang digadang-gadang bakal digunakan adalah Tata Ultra T.7. Truk ringan asal India yang dikenal dengan karakter kerja keras dan efisiensi operasional.
Unit ini dibuat oleh Tata Motors sebagai bagian dari pengadaan besar bersama Mahindra & Mahindra. Dari total sekitar 105.000 unit kendaraan niaga yang direncanakan, Tata menyuplai kurang lebih 70.000 unit, terdiri dari pikap Yodha dan truk ringan Ultra T.7 dengan komposisi seimbang.
Baca Juga: Tata Punch EV Facelift Dibanderol Rp180 Jutaan, Jarak Tempuh 468 Km
Pemilihan produk asal India dilakukan dengan pertimbangan harga yang dinilai lebih kompetitif dari produksi lokal, serta kesiapan pasokan dalam jumlah besar untuk kebutuhan program yang harus segera dijalankan.
Tata Ultra T.7 mengandalkan mesin diesel 45P B5G Phase 2 TCIC berkapasitas 2.956 cc. Konfigurasinya empat silinder segaris dengan turbocharger dan intercooler, dirancang untuk karakter kerja berat dan operasional jarak jauh.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 123 dk pada 2.800 rpm dalam Heavy Mode, sementara jika digunakan secara normal/standar mencapai 98 dk. Torsi puncaknya 360 Nm pada putaran 1.400–1.800 rpm dalam Heavy Mode dan 300 Nm di putaran 1.000–2.200 rpm untuk normal. Karakter torsi besar di putaran bawah ini, menjadi nilai penting untuk kendaraan angkut yang kerap beroperasi dengan muatan penuh dan melintasi kontur jalan bervariasi.
Untuk mendukung mobilitas jarak menengah hingga jauh, kapasitas tangki bahan bakar Ultra T.7 mencapai 90 liter. Dengan kombinasi mesin diesel dan tangki besar, dirancang untuk meminimalkan frekuensi pengisian bahan bakar saat beroperasi di wilayah dengan akses SPBU terbatas.
Pada sektor kaki-kaki, Ultra T.7 tersedia dengan pilihan ban radial 8.25 R16 Low CRR maupun 7.50 R16 Low CRR. Konfigurasi rodanya terdiri dari dua ban di depan, dua di belakang, serta satu ban cadangan. Penggunaan ban Low Rolling Resistance bertujuan menekan hambatan gulir sehingga membantu efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga stabilitas saat membawa beban maksimal.

Bicara soal daya angkut, truk ringan ini memiliki Gross Vehicle Weight sebesar 7.490 kilogram atau 7,49 ton. Angka tersebut merupakan batas maksimum berat total kendaraan saat beroperasi, termasuk bobot kendaraan kosong, muatan, penumpang, serta bahan bakar.
Dengan kapasitas tersebut, Ultra T.7 masuk kategori light commercial vehicle yang ideal untuk distribusi hasil pertanian, kebutuhan logistik koperasi, hingga suplai barang ke wilayah pedesaan.
Dari sisi keselamatan, Tata membekali Ultra T.7 dengan fitur airbag dan sistem pengereman Anti-lock Braking System atau ABS. Struktur sasisnya juga diperkuat untuk meningkatkan rigiditas serta perlindungan saat digunakan dalam aktivitas angkut harian yang intensif.
Baca Juga: Tata Motors Rilis Pikap Listrik All New Ace EV 1000, Bisa Tempuh 161 Km
Dibekali spesifikasi mesin yang responsif, daya angkut mendekati 7,5 ton, serta fitur keselamatan yang cukup lengkap di kelasnya, Tata Ultra T.7 diproyeksikan menjadi salah satu kendaraan kunci dalam mendukung rantai distribusi dan penguatan ekonomi desa.