Strategi Daihatsu Hadapi Persaingan Industri Otomotif

Strategi Daihatsu Hadapi Persaingan Industri Otomotif SUV dan MPV menjadi andalan Daihatsu Memenangkan Persaingan

KabarOto.com - Persaingan industri otomotif semakin ketat. Produsen mobil asal Jepang saling bersaing bersaing meluncurkan produk-produk terbaru berkualitas dengan tampilan yang modern dan harga yang terjangkau. China sudah mulai memasukkan produk unggulan dan cukup diminati masyarakat Indonesia. Selain fitur yang modern, harganya juga terjangkau.

Baca Juga:

Melihat ketatnya persaingan pasar tersebut, PT Astra Daihatsu Motor (APM) tidak khawatir, karena perusahaan ini memiliki 5 jurus menghadapi persaingan.

Rudy Ardiman, Coorporate Planning & Communication Division Head, Astra Daihatsu Motor menyampaikan, untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat itu, Daihatsu memiliki lima strategi khusus, di antaranya:

1. Market-in Product. Produk yang dibuat Daihatsu sesuai dengan market Indonesia. "Kita membuat mobil untuk pasar Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan untuk pasar global," terangnya.

2. Easy & Easy Network. Jaringan Daihatsu tersebar di seluruh Indonesia dan mudah dijangkau. "Network yang kita siapkan untuk customer Indonesia harus cukup mengcover dan customer mudah untuk mencar,i tidak hanya untuk membeli tapi juga layanan purna jual. Customer kita bawa ke bengkel untuk perawatan atau membeli sparepart," terangnya.

3.World Class CS. Daihatsu memberikan pelayanan di bidang penjualan dan purna jual dengan standard global. "Kami menyiapkan satu standard di setiap outlet untuk memenuhi kepuasan customer sehingga mencakup standard operation dan standard quality sehingga tidak ada perbedaan di setiap kota dalam melayani pelanggan," tambah Rudy.

4. Fun, Friendly People. Daihatsu menyaipakan orang-orang yang mumpuni dan tepat di bidang manufactring dan juga marketing

5. Brand value and Handsman. Daihatsu memiliki Kebanggan dengan brandnya dan memiliki tagline Daihatsu Sahabatku. "Tagline ini harus menjiwai dalam melayani customer. Sehingga customer harus diposisikan sebagai sahabat, bukan teman biasa.