Suzuki Satria Diminati Pencinta Motor Di Negara Tetangga

Suzuki Satria Diminati Pencinta Motor di Negara Tetangga Suzuki satria 150

KabarOto.com - Penjualan sepeda motor Suzuki tidak terlalu memuaskan di Indonesia. Pabrikan asal Jepang ini masih kalah dengan dua kompetitornya.

Namun, sepanjang tahun 2020 lalu, ekspor sepeda motor Suzuki mencapai 127.434 unit. Dengan tujuan ke-35 negara di dunia seperti Asia, Eropa, Timur Tengah, Oseania dan Amerika Latin.

Baca Juga: Suzuki Carry Pikap Diminati Negara Tetangga, Volume Ekspor Ditingkatkan

Kontribusi terbesar ekspor sepeda motor Suzuki didominasi oleh Satria F150, menyumbang 49,7%. Motor ini cukup diminati pencinta roda dua di negara tetangga. Selanjutnya, NEX II menyumbangkan 12%, dan Address FI sebesar 11,3%.

Suzuki Satria

Selain melakukan ekspor motor dan mobil, Suzuki Indonesia juga melakukan kegiatan ekspor suku cadang ke berbagai negara di dunia.

Christiana Yuwantie, Spare Parts Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor mengatakan, persentase ekspor suku cadang Suzuki sepanjang 2020 dikontribusi oleh suku cadang.

"Untuk suku cadang mobil sebesar 64,9 persen dan ekspor suku cadang sepeda motor sebesar 35,1%," terangnya beberapa waktu lalu. Christiana juga yakin, ekspor akan terus meningkat tahun ini.

Ekspor Suzuki Ertiga



Ekspor roda empat Suzuki tahun lalu sudah mengapalkan 45.188 unit mobil ke 51 negara di Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, Oseania dan Afrika.

Baca juga: Selain Nex, Suzuki Beri Warna Baru Pada Satria F150, Ini Harganya

Pencapaian ekspor kendaraan roda empat ini terdiri dari 37.400 unit completely built-up (CBU) dan 7.788 unit completely knock-down (CKD). Dari beberapa varian yang diekspor, All New Ertiga menyumbangkan 43,3%, sementara itu XL7 31%, dan New Carry 18,4 persen.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, 4W Managing Director PT SIS, Hideaki Tokuda mengatakan, saat pandemik Covid-19 permintaan di luar negeri masih kuat terutama di negara Asean, untuk semua produk Suzuki.

"Tahun 2019 ke 2020 permintaan naik dari 7.000 menjadi 8.000 unit. Sementara itu, tahun 2021 ini bisa diusahakan dari 8.000 menjadi 9.000 unit," tutup Hideaki Tokuda.