KabarOto.com - Di tahap awal ekspansinya di Indonesia, Forland, merek otomotif spesialis kendaraan niaga, menetapkan strategi dengan menyasar segmen pengelola armada besar (big fleet), khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit dan instansi pemerintah.
Jin Hong Lin selaku Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Forland Indonesia, menjelaskan bahwa langkah bertahap ini diambil mengingat ekosistem kendaraan niaga berbasis listrik di dalam negeri masih berada pada fase awal perkembangan.
Baca Juga: Forland Ramaikan Segmen Mobil Niaga dan Komersial Indonesia
Forland Potensi Jadi Mobil Niaga Sawit
Potensi sektor sawit dinilai sangat signifikan, didukung oleh luas lahan yang mencapai 14 juta hektare serta volume produksi crude palm oil (CPO) nasional sebesar 45 juta ton per tahun. Skala operasional yang masif ini berbanding lurus dengan kebutuhan tinggi akan kendaraan niaga berkapasitas besar,
ungkap Jin Hong Lin.
Melalui uji coba dan demonstrasi unit di area perkebunan bermedan ekstrem, Forland ingin membuktikan keandalan teknis serta manfaat nyata kendarannya bagi konsumen.
Baca Juga: First Drive Foton eTunland, Solusi Mobilitas Berniaga Lebih Efisien
Operasional Tinggi Jadi Optimisme Forland
Menurut Jin, penetrasi pasar disengaja berfokus pada sektor bernilai operasional tinggi terlebih dahulu, alih-alih langsung merambah industri retail seperti supermarket atau manufaktur skala ringan.
Selain sektor kelapa sawit, dorongan kebijakan pemerintah dalam percepatan adopsi kendaraan listrik juga menjadikan instansi pemerintahan sebagai target prioritas Forland.
Pendekatan terukur ini diharapkan dapat menyelaraskan kesiapan operasional konsumen dan ekosistem pendukung sebelum Forland melakukan perluasan pasar ke industri lainnya secara lebih luas.

