Terlilit Utang, Pembangunan Sirkuit KymiRing Terhenti

Terlilit Utang, Pembangunan Sirkuit KymiRing Terhenti Tes MotoGP 2019 di Sirkuit KymiRing (foto : MotoGP)

KabarOto.com – Kabar tidak mengenakkan muncul untuk para pencinta motorsport. Pasalnya, pembangunan Sirkuit KymirRing, Finlandia, terhenti sementara akibat terlilit utang yang sangat besar.

Sebelumnya, sirkuit ini akan menjadi tuan rumah untuk Formula 1 (F1), MotoGP dan MXGP. Bahkan, Dorna Sports telah memasukkan KymiRing ke dalam kalender MotoGP 2022.

Baca juga: Sekali Lagi Halo Jadi Penyelamat, Guanyu Zhou Berterima Kasih

Sayangnya, ajang MotoGP yang mestinya berlangsung pada 8-10 Juli harus dibatalkan pada bulan Mei lalu akibat infrastruktur yang belum rampung.

Adapun ajang MXGP yang harus memindahkan lokasi untuk 13-14 Agustus mendatang. Hingga saat ini, agenda balap Rallycross untuk bulan Agustus belum ada pengganti sirkuit.

Kondisi terkini Sirkuit KymiRing (sumber foto : SASATIMES)

Menurut kabar yang berhembus, pihak pengelola Sirkuit KymiRing memiliki pinjaman uang yang membengkak hingga EUR24,7 juta atau sekitar Rp 380 miliar. Demi melancarkan pembangunan, pihak pengelola pun mengajukan restrukturisasi untuk mendapatkan solusi terbaik untuk penyelesaian utang.

Menurut data, terdapat 64 kreditor di mana pinjaman terbesar diberikan oleh Real Estate Oy yaitu EUR12 juta (Rp 183 miliar), Lathi Evans EUR2 juta (Rp 30 miliar), Nordea Bank EUR6,8 juta (Rp 104 miliar), dan WS Finance EUR1,1 juta (RP 16,8 miliar).

Baca juga: Akibat Minuman Beralkohol, Francesco Bagnaia Mengalami Kecelakaan

Oleh karena itu, kedua perusahaan mengajukan petisi pailit terhadap Kymiringf di Pengadilan Distrik Paijat-Hame pada Selasa (28/6) lalu. Sayangnya, pihak KymiRing masih belum mampu membayar utang, sehingga memicu proses kebangkrutan.

“Kami mengetahui bahwa aplikasi gugatan telah diajukan. Namun, kami belum menerima reskontruksi, jadi kami tidak bisa berkomentar banyak. Dewan direksi dan pemilik KymiRing akan membahas masalah ini secara internal dan semoga kami menemukan jalan keluar,” ungkap Riku Ronholm selaku CEO KymiRing.

Berita Terkait

Berita Terkait