Ternyata Pembalap Honda Sering Terjatuh Di MotoGP 2021

Ternyata Pembalap Honda Sering Terjatuh di MotoGP 2021 Sumber Foto : MotoGP

KabarOto.com – Pabrikan tim asal Jepang, Honda memiliki rekor jatuh terbanyak hingga paruh pertama MotoGP 2021.

Beberapa waktu lalu, pihak MotoGP mengeluarkan daftar pembalap Honda yang terjatuh pada paruh awal MotoGP 2021. Dari total 137 insiden pembalap terjatuh, Honda berada di posisi teratas dengan 39 insiden.

Dari sembilan balapan yang sudah digelar, dua pembalap tim pabrikan Pol Espargaro dan Marc Marquez masing-masing tercatat 13 dan 9 kali terjatuh. Sementara, duet LCR Honda Alex Marquez dan Takaaki Nakagami, 10 dan 6 kali terjatuh.

Baca Juga : Marc Marquez Kecewa Pengembangan RC213V

Marc Marquez kecelakaan saat sesi latihan bebas di Belanda

Satu lainnya dialami oleh Stefan Bradl saat menggantikan Marquez di dua balapan awal. Dari angka tersebut hampir mencapai 30% dari total insiden di musim 2021. Tentu, dari kejadian tersebut membuat pihak Honda terpukul sebagai pabrikan paling sukses di kejuaraan dunia bergengsi tersebut.

Banyaknya insiden membuat para pembalap tim berlogo sayap tunggal itu kesulitan meraih poin apalagi podium. Meskipun mengalami banyak insiden, saat ini posisi terbaik Honda di klasemen pembalap hanya Marquez yang bertengger di posisi ke-10.

Sebagian besar kecelakaan pembalap Honda di 2021 adalah seringnya high side alias kecelakaan karena masalah pada ban belakang seperti pengereman kurang bagus dan ban kehilangan grip. Kecelakaan high side biasanya membuat pembalap terpelanting dan beresiko cedera lebih besar. Termasuk, yang dialami Marquez di GP Belanda lalu.

Baca Juga : Menjelang Paruh Kedua MotoGP 2021, Petronas Yamaha SRT Ingin Bangkit

Melihat hal tersebut, pihak teknisi menilai ada yang salah dengan kontrol traksi pada sistem elektronik Honda RC213V. Saat di Assen, pembalap nomor 93 itu kecelakaan akibat sistem elektronik yang tidak bekerja dengan baik.

Fungsi utama kontrol traksi adalah untuk mencegah motor drifting. Cara kerjanya dengan mengontrol aliran tenaga ke ban belakang untuk mengurangi putaran ban berlebihan. Oleh karena itu, menjelang paruh kedua musim 2021 dimulai, pihak Honda harus segera memperbaiki sistem elektronik termasuk sistem kontrol traksi ini.

“Terlalu sering terjatuh membuat kepercayaan diri menurun karena Anda tidak tahu kapan terjatuh lagi. Kami harus segera memperbaiki dan mengembangkan sistem elektronik, karena masalah ini sangat terkait dengan keselamatan pembalap,” ungkap Marquez.