Tingkat Kepemilikan Mobil Di Indonesia Kalah Dari Thailand Dan Malaysia

Tingkat Kepemilikan Mobil di Indonesia Kalah dari Thailand dan Malaysia Untuk meningkatkan penjualan, APM mobil gelar pameran

KabarOto.com - Posisi industri otomotif Indonesia secara global produksi menduduki peringkat ke 13. Indonesia masih kalah dari negara lain di ASEAN seperti Thailand, yang sudah memproduksi mobil lebih dari 2 juta unit jauh lebih banyak, hampir 2 kali lipat dari Indonesia.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara dalam diskusi virtual, Kamis (12/11). Namun menurut dia, dari kacamata domestik market di 2019 menduduki peringkat ke 15, sementara Thailand di peringkat ke 16. "Nah ini Thailand sudah mendekati di domestik, marketnya masuk di 1 juta," terangnya.

Baca Juga: Tiga Point Ini Menurut Toyota Bisa Membuat Industri Otomotif Membaik

Sementara Indonesia sudah 1 juta namun setelah beberapa tahun kisarannya 1.100.000 sampai 1.130,000, dan itu yang diharapkan akan terus ditingkatkan. Namun sangat sayangnya di 2020 Pandemi menghancurkan harapan tersebut.

Kapasitas produksi Indonesia masih jauh di bawah Thailand

Sementara itu, di level ASEAN, menurut dia, produksi masih didominasi Thailand, sementara Indonesia menduduki peringkat kedua kemudian diikuti negara lain.

Masih jauh di bawah Thailand, menurut Kukuh karena rasio kepemilikan mobil di Indonesia relatif kecil, masih jauh di bawah negara-negara tetangga.

Perlu dicatat, Indonesia dengan 270 juta penduduk, jika dibandingkan dengan Malaysia berada di kisaran 28 atau 29 juta, rasio kepemilikikan mobilnya sudah mencapai lebih 400 unit per 1.000 penduduk.

Baca Juga: Bosch Tawarkan Solusi Bagi Pabrikan Otomotif Tetap Produksi Di Masa Pandemik

Kemudian Thailand dengan penduduk di 70 jutaan itu rasio kepemilikannya sudah ada di 200 unit mobil per 100 orang. "Ini juga menarik, potensi ini yang perlu kita jaga," tambah Kukuh. Karena, menurut dia, di kawasan ASEAN satu per tiga pasar kendaraan bermotor roda empat atau lebih itu adanya di Indonesia.

Sehingga ada beberapa negara sekarang ini, yang mulai melirik. Intinya menurut dia ada di Asia semua pertumbuhan otomotif, mulai dari Tiongkok, India dan kemudian Indonesia. "Di ASEAN, Indonesia salah satu yang berpotensi," terangnya lagi.