Tips Ganti Air Radiator Motor

Tips Ganti Air Radiator Motor Radiator motor (foto: ist)

Penggantian air radiator atau water coolant pada motor merupakan salah satu perawatan penting yang perlu dilakukan bikers, mengingat fungsi radiator motor yang sangat mempengaruhi performa mesin agar tetap tinggi dan menjaga suhu mesin agar tetap berada pada suhu di bawah 80 derajat celcius. Kerja radiator mengalirkan cairan pendingin melewati mesin lalu ke area pendinginan. Agar fungsi radiator atau pendingin air pada mesin bisa meredam panas dengan baik, maka air radiator wajib diganti secara berkala yang tergantung pada tiap motor.

Cepat atau lamanya masa penggantian tergantung tingkat panas di dalam mesin. Motor dengan kompresi tinggi atau mesinnya tertutup cover bodi seperti skubek maka penggantian air radiator akan lebih cepat . Seperti motor skubek dan Honda PCX 125 harus ganti air radiator tiap 12 ribu kilometer. Untuk motor matic seperti Vario hanya 10 ribu kilometer, motor sport bisa lebih panjang masa penggantiannya, Honda CBR 150R ganti tiap 24 ribu kilometer dan CBR 250R bisa mencapai 36 ribu kilometer. Penggantian air radiator motor matic lebih cepat karena air radiator motor matic letaknya tertutup yang biasanya di samping bodi motor, namun untuk motor sport yang radiatornya terekspos akan mendapat hembusan air lebih bebas. Kondisi air radiator juga bisa dicek dari warna cairan di dalamnya dengan membuka tutup radiator atau cek warna water coolant dari tabung reservoir.

Penggantian air radiator sepeda motor dapat dilakukan di bengkel resmi terdekat atau dilakukan sendiri sbb.:

  • Siapkan 2 buah botol water coolant 500 ml yang bisa dibeli di bengkel resmi atau toko onderdil .
  • Letakkan tempat untuk menampung air radiator yang akan dikuras di bawah radiator motor.
  • Dengan kunci T-8 lepas baut pengunci cover radiator motor. Lalu lepas baut pembuangan dengan kunci bintang 5 dan juga tutup radiator agar air mengalir. Biarkan radiator menempel pada motor.
  • Lalu pasang kembali baut pembuangan dan tuangkan water coolant baru sampai penuh setelah itu pasang kembali tutup radiator.
  • Isi reservoir tank atau tabung cadangan dengan water coolant. Cek agar batas ketinggian dalam tabung cadangan tidak melebihi batas atas tabung cadangan .
  • Saat mengurasi air radiator, lebih baik mesin motor dalam kondisi jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Kondisi mesin yang normal (tidak panas maupun dingin) akan memudahkan untuk mengeluarkan kerak radiator.
  • Idealnya saat proses pengurasan radiator bisa dilakukan dua sampai tiga kali pengulangan, tergantung air yang keluar.