KabarOto.com - PT Toyota Manufacturing Motor Indonesia (TMMIN) melanjutkan komitmen mereka dalam pengembangan industri otomotif Indonesia dengan mendonasikan satu laboratorium lean manufacturing kepada Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia (UI).
Laboratorium lean manufacturing itu nantinya akan dipergunakan untuk praktikum mata kuliah logistic manufacturing, yang sejalan dengan aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yaitu program “Toyota Berbagi Ilmu”.
Baca juga: Toyota Donasikan 1 unit Hilux Dukung Pendidikan Lingkungan
Penyerahan simbolis laboratorium lean manufacturing ini dilakukan oleh Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter kepada Kepala Departemen Teknik Industri UI, Dr. Ing. Amalia Suzianti disaksikan oleh Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur, Prof. Dr. Ir. T. Yuri M. Zagloel, M.Eng.Sc.
Laboratorium lean manufacturing ini nantinya akan dipergunakan untuk praktikum mata kuliah logistic manufacturing. Sebelumnya, Toyota juga telah mendonasikan laboratorium lean production system kepada fakultas tersebut.
Selain itu, kedua jenis laboratorium yang merupakan replika sistem produksi dan manufaktur juga diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kondisi sebuah industri otomotif kepada para calon insiyur sehingga dapat mempersempit kesenjangan antara teori ilmu terapan di dunia pendidikan dengan dunia kerja.
"Industri yang kuat dan berdaya saing tinggi harus didukung oleh SDM yang berkualitas. Kami yakin bahwa kunci kesuksesan masa depan industri nasional bertumpu pada generasi muda yang memiliki karakter dan keterampilan industri," kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter.

Edward pun menambahkan, "Untuk itulah kami berkomitmen untuk mendekatkan dunia industri dengan dunia pendidikan agar sedini mungkin generasi muda Indonesia dapat mempelajari kondisi nyata sebuah operasi industri," imbuhnya.
Sejak tahun 2014 hingga Juni 2018, Toyota telah mendonasikan sebanyak enam laboratorium kepada 3 Universitas di Indonesia yaitu UI, Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Masing-masing menerima dua jenis laboratorium yaitu laboratorium lean production system dan laboratotium lean manufacturing. Secara total, nilai donasi laboratorium pendidikan ini adalah sekitar 1 milyar rupiah.
Selain dalam bentuk laboratorium, Toyota juga memberikan donasi alat peraga praktikum pendidikan berupa mobil utuh, mesin dan berbagai komponen kendaraan lainnya. Toyota juga secara aktif memberikan kuliah umum serta pengembangan kurikulum terkait industri di berbagai Universitas di Indonesia. Keseluruhan aktivitas donasi pendidikan ini tidak lain ditujukan untuk membantu menciptakan SDM berkulitas serta transfer pengetahuan kepada generasi muda.
Tidak sampai disitu saja, program donasi laboratorium lean production system dan lean manufacturing masih akan terus dilakukan Toyota di masa mendatang. Toyota pun berharap berbagai aktivitas di bidang pendidikan ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan generasi perubahan (agent of change) terutama di bidang industri manufaktur.
“Kami yakin sinergi dengan Perguruan Tinggi di Indonesia sangatlah penting terutama sebagai wahana bagi dunia industri untuk bisa berbagi pembaruan (update) mengenai teknologi terkini, sehingga pengembangan SDM Indonesia selalu sejalan dengan perkembangan teknologi terbaru,” tutup Edward.