KabarOto.com - MR2 222D, merupakan nama salah satu prototipe balap paling misterius dan legendaris yang pernah dirancang oleh Toyota.
Pada pertengahan tahun 1980-an, divisi balap Toyota Team Europe (TTE) memulai sebuah proyek rahasia yang terbilang sangat ambisius.
Baca Juga: Modifikasi Toyota MR2 SW20 1993, Nyaman dan Kencang
Daftar Isi
Rombakan Radikal
Daftar Isi
Berbasis pada mobil sport bermesin tengah Toyota MR2 generasi pertama (kode sasis AW11), para insinyur merancang prototipe balap eksperimental yang diberi nama kode Toyota 222D. Mobil ini diciptakan khusus untuk menjadi senjata pamungkas Toyota dalam menghadapi kompetisi rali dunia yang kian ganas.
Secara teknis, Toyota 222D hampir tidak memiliki kemiripan mekanis dengan MR2 jalan raya biasa selain siluet bodinya. Struktur sasisnya dirombak total dan diperkuat, sementara sistem penggerak roda belakang (RWD) diubah menjadi sistem penggerak empat roda (all-wheel drive) yang dapat disesuaikan.
Untuk dapur pacunya, Toyota menyematkan mesin 4 silinder, turbocharged, berkapasitas 2.900 cc plus sebuah transmisi manual 5 percepatan, sanggup memuntahkan tenaga antara 500 hingga 750 dk, sebuah angka fantastis untuk bobot mobil yang sangat ringan.
Baca Juga: 'Kecerdikan' Skandal Toyota, Manfaatkan Celah Restrictor Plate di Mobil Balap Celica GT-Four
Terpaksa Disuntik Mati
Tujuan utama pembuatan mobil ini adalah untuk berkompetisi di Group S, sebuah kategori rali baru yang direncanakan oleh FIA untuk menggantikan Group B. Regulasi Group S saat itu dirancang sangat longgar, di mana pabrikan hanya diwajibkan memproduksi 10 unit versi jalan raya (homologasi) saja. Hal ini memberi kebebasan penuh bagi tim insinyur untuk menciptakan mesin balap eksperimental tanpa batasan desain yang ketat.
Namun, nasib Toyota 222D berubah drastis pada tahun 1986 setelah serangkaian kecelakaan fatal terjadi di panggung Group B. FIA menilai bahwa mobil-mobil rali berkekuatan monster sudah terlalu berbahaya bagi keselamatan pembalap maupun penonton.
Keputusan tegas pun diambil, FIA resmi membatalkan kategori Group B dan membatalkan rencana peluncuran Group S, yang secara otomatis mematikan proyek 222D tepat sebelum mobil ini mencicipi garis start kompetisi resmi.
Meski tak pernah bertanding di lintasan, Toyota 222D tetap memegang status legendaris di dunia otomotif. Dari beberapa unit prototipe yang sempat dibangun, salah satu unitnya yang berwarna hitam kini tersimpan rapi di museum Toyota Motorsport GmbH di Cologne, Jerman.

