Toyota Prediksi, Trend Penjualan Mobil Digital Akan Terus Naik

Toyota Prediksi, Trend Penjualan Mobil Digital akan Terus Naik Penjualan mobil secara online menjadi pilihan di masa Pandemik Covid-19

KabarOto.com - Menurunnya angka penjualan selama pandemik Covid-19, tidak hanya dialami oleh satu Agen Pemegang Merek (APM) mobil di Indonesia, hampir seluruhnya. Dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk memutus penyebaran Covid-19, diler-diler dan aktivitas penjualan off-line dihentikan.

Lalu mereka pun memiliki cara, bagaimana tetap jualan namun tidak berada di satu tempat terbuka dan melibatkan orang banyak.

Akhirnya, media digital menjadi pilihan untuk bertahan di masa Pandemik. Toyota Astra Motor (TAM), APM Toyota di Indonesia selalu memantau perkembangan penjualan dari bulan ke bulan selama pandemik Covid-19.

Baca Juga: Makin Mudah Punya Toyota Avanza, Cicilan Rp3 Jutaan

Anton Jimmy Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, setelah beberapa waktu lalu April sampai Mei mengalami penurunan, Juni dan Juli sudah ada recovery.

"Kami melihat, bulan per bulan meningkat, ini baik dan kepercayaan konsumen kepada brand sangat penting," terang Anton saat diskusi virtual dengan media beberapa waktu lalu.

Saat ini, menurut dia pola kerja berubah total, harus siap dari off-line menjadi on-line. “Dulu masih bicara fisik, press conference, sekarang harus berubah total ready di offline dan online," terangnya.

Dia menambahkan, angka pembelian online naik, dan ini sudah direncanakan dan dipikirkan oleh TAM. Anton pun memprediksi, trend digital akan naik.

”Kami perkirakan dua atau tiga tahun mendatang trend ini naik, ternyata lebih cepat disaat pandemik ini," terangnya.

Servis mobil ke rumah menjadi pilihan konsumen

Untuk mendongkrak penjualan, TAM menggelar small expo, bulan Juli lalu. Dalam event itu, mereka mengundang 60 ribu orang, dan mereka menjual lebih dari 250 spk dalam 3 hari.

"Mungkin selama ini bertanya customer ready atau tidak, tenyara siap dan sangat baik," tambahnya.

Anton pun mewakili Toyota mengajak industri otomotif dan media otomotif untuk mencari bagaiman jalan untuk mensuport industri ini.

Baca Juga: GIIAS 2020 Batal, Ini Tanggapan Toyota Dan Honda

"Kita butuh mobility, kebutuhan mobile tetap akan ada, dan kami percaya itu," tambahnya.

Perubahan juga terjadi di after sales. Bengkel kondisinya berubah, dulu konsumen yang datang, kini bengkel yang melayani konsumen ke rumah.

"Dulu konsumen datang ke kita. Sekarang 20% sampai 30% kita datang ke rumah konsumen," terangnya.

TAM pun sudah mempersiapkan untuk lebih cepat dan kreatif dalam kondisi serba terbatas seperti sekarang ini. "Kita tidak hanya bicara masalah digitalisasi, harus kreatif dan dinamis," paparnya lagi. Event-event pammeran otomotif onlne harus sering dilakukan.