Uji Keamanan Mobil, NHTSA Gunakan Berbagai Skenario Kecelakaan

Uji Keamanan Mobil, NHTSA Gunakan Berbagai Skenario Kecelakaan NHTSA

KabarOto.com - National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) merupakan badan keselamatan jalan raya di Amerika Serikat. Salah satu tugasnya yaitu menguji seberapa aman kendaraan yang diproduksi oleh pabrikan otomotif. Tentunya kendaraan-kendaraan yang Sobat KabarOto gunakan.

NHTSA akan menguji setiap bagian mobil, baik itu depan, samping, belakang serta keseluruhan. Nah, pengujiannya dilakukan dengan beberapa skenario untuk tiap bagian.

Skenario pertama yaitu menguji kecelakaan frontal. Dalam skenario tersebut diumpamakan mobil yang diuji berisikan satu pria pengemudi dan satu wanita di kursi penumpang, keduanya menggunakan sabuk pengaman. Kendaraan yang mereka tumpangi kecelakaan akibat kelalaian pengendara lain.

Baca Juga: Begini Cara ASEAN NCAP Menilai Mobil Aman Atau Tidak

Uji tabrakan frontal, perlindungan penumpang

Sebuah kendaraan menabrak penghalang tetap dengan kecepatan 60 kpj. Tabrakan terjadi di mana kedua kendaraan memiliki bobot yang sama.

Hasil uji kecelakaan tersebut akan mengevaluasi seberapa parah cidera di kepala, leher, dada, dan tulang paha (kaki). Nah, peringkat kecelakaan frontal harus dibandingkan dengan kendaraan dengan berat yang sama, kurang lebih 113 kg.

Baca Juga: Honda Accord Generasi Ke-10 Raih Peringkat Keselataman Bintang 5 ASEAN NCAP

Skenario berikutnya untuk menguji bagian samping mobil. Jumlah dan posisi di pengujian kali ini sama seperti sebelumnya yaitu pria duduk di kursi kemudi dan perempuan di kursi penumpang depan.

Kecelakaan ini sebuah mobil dengan beban sekitar 1,300 kg dan kecepatan 60 kpj akan menabrak bagian samping mobil hingga tergeser. Hasilnya akan menunjukkan cidera yang terjadi di bagian kepala, dada, perut, dan panggul.

Side barrier

Selanjutnya bagian yang diuji adalah side pole, yaitu sisi di dekat kap mobil. Kali ini di balik kemudi berisikan wanita dewasa dengan ukuran tubuh yang cukup kecil. Skenario menyebutkan pengemudi kehilangan kendali saat berjalan di jalanan parabolik, di mana saat itu sedang hujan.

Kendaraan dalam kemiringan 75 derajat, ditarik ke samping dengan kecepatan 30 kpj ke tiang berdiameter 25 cm di lokasi duduk pengemudi. Kecelakaan ini akan mengevaluasi cidera pada kepala, dada, tulang belakang bagian bawah, perut, dan panggul.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Faktor-faktor Penyebab Mobil Jadi Lebih Mudah Limbung

Selanjutnya adalah test untuk SUV yaitu Rollover Reaction terkait kedinamisan mobil. Skenario menyebutkan bahwa SUV dikendarai di jalan raya dengan kecepatan 80-90 kpj. Tiba-tiba ada tikungan tajam, saat mencoba mengikuti jalan pengemudi bermanuver terlalu cepat dan kehilangan kendali, sehingga menyebabkan kendaraan terguling.

Skenario ini akan memberi hasil uji apakah kendaraan tersebut rentan untuk terguling di jalan saat pengemudi bermanuver terlalu agresif.