KabarOto.com - Panggung bergengsi Concorso d’Eleganza Villa d’Este 2026 menjadi saksi sejarah dimulainya babak baru bagi salah satu emblem paling dihormati di dunia otomotif. BMW Group secara resmi memperkenalkan Vision BMW Alpina, sebuah mobil konsep (design study) yang menjadi cetak biru masa depan pabrikan tersebut.
Kehadiran visi baru ini sekaligus menegaskan posisi Alpina yang kini resmi menjadi bagian dari merek eksklusif di dalam payung BMW Group per tahun 2026.
Langkah strategis ini diambil untuk mengisi celah pasar potensial yang berada di antara kemewahan dinamis khas BMW dan kemewahan ultimat Rolls-Royce.
Baca Juga: Hanya Ada 120 di Dunia, BMW Alpina XB7 Manufaktur Dibanderol Rp2,8 Miliar
Melalui konsep Vision ini, BMW berkomitmen mempertahankan DNA asli Alpina yang mengombinasikan performa ekstrem dengan kenyamanan berkendara tingkat tinggi.
Karakter legendaris yang telah dibangun sejak era pendiri Burkard Bovensiepen kini bertransformasi ke dalam bahasa desain modern yang lebih disiplin dan canggih.
Secara dimensi, Vision BMW Alpina tampil dominan dengan panjang tubuh mencapai 5.200 mm. Proporsi eksteriornya dirancang lebar, rendah, dan percaya diri dengan garis atap gaya coupe yang melandai panjang, namun tetap mampu mengakomodasi empat orang dewasa dalam kabin yang sangat lega.
Di sektor jantung pacu, mobil ini dibekali mesin V8 bertenaga buas yang telah disetel khusus untuk menghasilkan raungan knalpot khas Alpina, berat dan dalam di kecepatan rendah, namun terdengar merdu di putaran mesin tinggi.
Prinsip "Second Read" atau detail berlapis menjadi filosofi utama yang diterapkan pada sekujur tubuhnya. Salah satu contoh nyata adalah guratan Deco-lines ikonik khas Alpina sejak tahun 1974 yang kini dibuat lebih minimalis dan dicat langsung di bawah lapisan clear coat.
Bagian fascia depan juga mengadopsi gaya shark nose yang terinspirasi dari Alpina B7 Coupe era 1970-an, lengkap dengan struktur tiga dimensi pada kidney grille ikonis yang memancarkan pendaran cahaya lembut saat diaktifkan.
Menengok ke bagian kabin, nuansa kemewahan arsitektural langsung menyambut pengemudi dan penumpang. Interiornya dilapisi oleh material kulit full-grain berkualitas tinggi yang dipasok langsung dari kawasan pegunungan Alpen, berpadu dengan jahitan benang berwarna khas heritage blue dan green.
Sentuhan detail pengrajin jam tangan mewah diaplikasikan pada komponen logam, sementara material kristal murni disematkan khusus pada tombol-tombol kontrol utama yang mengatur dinamika berkendara.
Sebagai mobil yang dirancang untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh, aspek teknologi digital terintegrasi secara halus melalui fitur BMW Panoramic iDrive.
Panel instrumen digital ini menampilkan interface visual yang dibuat khusus untuk Alpina, lengkap dengan grafis lanskap pegunungan Alpen Buchloe yang diproyeksikan pada head-up display. Sistem komputer ini akan mengubah intensitas warna dari hijau lembut menjadi biru tajam saat pengemudi beralih dari mode suspensi super nyaman Comfort+ ke mode Speed.
Baca Juga: Logo Visual Baru BMW ALPINA Evolusi Desain Warisan dan Masa Depan
Kemewahan ekstra juga memanjakan penumpang di baris belakang dengan hadirnya konsol tengah yang dilengkapi botol air kaca khusus dan gelas kristal berpahat magnetis. Gelas tersebut memiliki kemiringan profil enam derajat, senada dengan garis poros visual (speed feature line) eksterior yang melambangkan kecepatan.
Semua detail ini dibuat untuk menghormati filosofi lama sang pendiri, bahwa pengemudi yang merasa nyaman adalah pengemudi yang bisa melaju lebih cepat.
Sukses memukau publik di Villa d’Este, masa depan merek ini dipastikan tidak akan berhenti sebagai mobil pajangan semata. Pihak manajemen BMW Alpina mengonfirmasi bahwa model produksi massal pertama di bawah kepengurusan baru ini akan resmi mengaspal pada tahun depan.
Model perdana tersebut dilaporkan bakal mengambil basis dari sedan mewah BMW Seri 7, namun dengan sentuhan modifikasi total yang membuatnya murni terlahir sebagai sebuah BMW Alpina sejati.