Volkswagen E-BULLI, Melaju Bergaya Klasik Tanpa Emisi

Volkswagen e-BULLI, Melaju Bergaya Klasik tanpa Emisi

KabarOto.com - Volkswagen Combi (Kombinationskraftwagen) klasik saat ini terbilang jarang terbengkalai di garasi. Kebanyakan sudah berada di tangan penggemar, bahkan kolektor. Combi klasik kini sudah memiliki nilai sebagai investasi.

Volkswagen Commercial Vehicles (VWCV) melihat hal tersebut sebagai peluang untuk para kolektor bisa melajukan lebih leluasa kendaraan tersebut, andalkan teknologi elektrifikasi tanpa emisi.



Baru-baru ini VWCV memperkenalkan kendaraan konsep e-BULLI. Yup, tampilannya seperti lansiran tahun 1966, memakai basis restorasi T1 Samba Bus. Kabarnya, e-BULLI akan diperkenalkan di Techno Classica 2020, yang telah dijadwal ulang akibat pandemik Covid-19 menjadi 24-28 Juni mendatang. seharusnya 25-29 Maret lalu.

Oh iya, VWCV tak sekadar memanerkan, sedianya bagi ada yang berminat, bergadengan dengan eClassics GmbH & Co., berencana memberikan penawaran konvesi T1 dan kendaraan komplet T1, serupa dengan e-BULLI.



VWCV telah mengemas e-BULLI ini menjadi lebih bergaya dan seperti maha karya. melibatkan VWCV Vintage Vehicles dan departemen komunikasi. Perpaduan warna two-tone ‘Energetic Orange Metallic’ dan ‘Golden Sand Metallic MATTE’.

Tampilan bodi memang tetap mempertahankan bentuk klasiknya. Namun sistem penerangan sudah beradaptasi dengan jaman, gunakan LED dan daytime running light. Sebagai bagian dari transformasi ke modern. Bagian belakang juga gunakan LED.

Sebagai mobil elektrifikasi, baterai lithium saat terisi penuh terindikasi dari kerlipan indikator LED.



Ketika masuk ke dalam, tatanan interior T1 yang diharapkan akan seperti aslinya saat diluncurkan tahun 1966 tak akan ditemukan. Para desainer di VWCV menata ulang agar lebih terkesan teknologi modern dan kemewahan.

Pewarnaan kabin agar terlihat adanya perpaduan warna di eksterior, dijumpai kelir ‘Saint Tropez’ dan ‘Saffrano Orange’. Tak ada anak kunci yang dimasukkan untuk siap menjalankan mobil, namun diganti tombol Start/Stop. Kemudian laju perpindahan kecepatan dioperasikan melalui transmisi otomatis.



Kesan mewah bila memerhatikan detail lantai gunakan material kayu, layaknya berada di kapal pesiar. Selain itu atap panoramik besar memberikan kesan leganya kabin.



Di bagian kokpit, rumah panel instrumen seperti T1, namun komponennya digantikan layar digital. Ada banyak informasi, termasuk indikator cuaca.



Saat melaju sangat senyap, tak ada suara khas mesin boxer empat silinder bertenaga 44 dk. Laju e-BULLI menggunakan motor listrik bertenaga dua kali lebih kuat yakni 83 dk. Begitu juga torsinya, saat T1 tahun 1966 diperkenalkan 102 Nm, tapi setelah dikonversi ke motor listrik menjadi 212 Nm.



Perpindahan transmisi juga tak merepotkan, pastinya hanya ada 1 gigi. Pilihan di tuas kemudi ada P, R, N, D dan B. Saat memposisikan B, bisa memulihkan isi baterai dengan cara melakukan pengereman. Lajunya kini 130 kpj dari sebelumnya versi mesin konvesional hanya 105 kpj.



Baterainya berkekuatan 45 kWh, sama seperti yang digunakan pada ID.3 atau kendaraan masa depan ID.BUZZ. Posisi baterai diletakkan di lantai mobil. Pengisian pakai soket Combine Charging System dapat diisi hingga 80% hanya perlu waktu 40 menit. Apabila terisi penuh bisa melaju hingga 200 km.

Berita Terkait

Berita Terkait