KabarOto.com - Pemerintah berencana mulai menerapkan penggunaan bensin beroktan 95 dengan campuran bioetanol 5 persen (E5) pada Juli 2026. Kebijakan ini dianggap bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Hadirnya BBM beretanol tersebut masih memunculkan sejumlah pertanyaan di kalangan pemilik kendaraan. Mulai dari isu performa mesin, konsumsi bahan bakar, hingga potensi korosi pada sistem bahan bakar.
Baca Juga: BBM Meroket, Begini Kondisi Segmen Pasar Mobil Bekas
Tangki BBM
Sebagian mobil modern sudah kompatibel dengan bahan bakar ber-etanol. Bahkan material tangki bahan bakarnya menggunakan plastik berkualitas tinggi sehingga lebih tahan terhadap risiko korosi dibanding tangki berbahan logam,
kata Shendy Andhika dari Curb Motorsport.
Selain kompatibilitas material, kandungan etanol untuk sebagian mesin modern memang dipercaya memberikan keuntungan berupa peningkatan angka oktan. Oktan yang lebih tinggi membantu proses pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga mampu mengurangi gejala knocking pada mesin.
Baca Juga: Pengapian dan Knalpot Optimal Kunci Kenaikan Tenaga di Dyno Test
Perhatikan Kompresi Mesin dan Higroskopis
Karakteristik yang dimaksud umumnya dimiliki oleh mesin dengan rasio kompresi tinggi dan memang dirancang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi, contohnya mobil-mobil modern dari Mazda,
katanya.
Meski demikian, Ia bilang etanol memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap uap air dari udara. Apabila kendaraan jarang digunakan dan bahan bakar tersimpan terlalu lama di dalam tangki, kandungan air berpotensi meningkat dan memicu korosi pada komponen tertentu.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, pemilik kendaraan disarankan menjaga volume bahan bakar tetap cukup penuh sehingga ruang kosong di dalam tangki menjadi lebih sedikit dan kondensasi uap air dapat diminimalisir,
wantinya.
Selain itu, penggunaan komponen sistem bahan bakar yang sesuai spesifikasi, seperti selang bahan bakar dan fuel pump yang tahan terhadap etanol, juga menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan kendaraan.

