Suzuki membuat rear combination lamps dan fitur high mount stop lamp sebagai tanda tambahan bagi kendaraan di belakangnya saat melakukan pengereman. Bagasinya sudah ditopang dengan pegas hidrolik, didukung oleh tool kit yang tersimpan di luggage box namun kapasitasnya memang relatif kecil.

Jok belakang rasio 50:50 bisa dengan mudah dilipat dengan menarik tuas pada sandaran untuk membawa lebih banyak lagi muatan di bagian belakang.

Noise Vibration Harshness (NVH) yang diaplikasikan Suzuki di mobilnya ini memang relatif terasa mengurangi gangguan suara dan getaran serta gesekan pada saat bermanuver atau offroad. Selain itu, untuk mengurangi dampak guncangan, rangka TECT (Total Effective Control Technology) ditujukan menyerap dan menyebarkan energi jika terjadi benturan atau tabrakan sehingga dapat menjaga ruangan kabin tetap utuh.

Mengetes fiturnya, Antilock Braking System (ABS) + Braking Assist (BA), dan Electronic Stability Program (ESP) berguna saat pengereman agar lebih stabil saat melaju di jalan licin, Hill Hold Control dan Hill Descent Control juga ampuh jaga kendaraan dalam posisi siap pada saat menanjak atau menurun.

Baca Juga: Test Ride - New Ducati Monster 821 2019, Si Legendaris Pengabdi Torsi

Kaca spion juga bisa dilipat dan diatur secara elektronik dengan menekan tombol. Suasana klasik masih dipertahankan dengan nuansa warna amber pada instrumen seperti spidometer dan head unit. Meski terkesan klasik, head unit sudah bisa terkoneksi dengan bluetooth.

Salah satu yang unik adalah handle untuk penumpang di bagian dasbor depan atau Ride in Assist Grip masih hadir di Suzuki Jimny anyar ini layaknya yang terdapat di Jimny lawas. Nilai sentimentil seperti ini yang membuat mobil ini layak diapresiasi bagi pengguna yang ingin bernostalgia.

Fitur washer lamp di area dasbor juga berguna untuk membilas lampu depan yang terkena kotoran. Fitur cruise control untuk mengatur kecepatan konstan secara otomatis juga hadir di mobil ini untuk meringankan kaki pengemudi saat jalan lurus dan panjang.

Fitur pada rangka Jimny dimaksimalkan oleh struktur Ladder Frame yang dipilih Suzuki karena faktor kekuatan dan rigiditas dengan penambahan x-member dan 2 cross member di bagian sasis.

Baca Juga: Test Drive Toyota HiAce Premio - Senyaman Menyetir Innova Dan Fortuner

Melibas trek off-road kawasan BSD tak kami sia-siakan sejak hari pertama untuk mengetahui potensi dari off roader mungil ini. Mesin K15B dengan kapasitas 1.462 cc mampu menghasilkan tenaga sebesar 100 dk dan torsi 130 Nm.

Mesin tersebut relatif cukup untuk digeber di bodi Jimny ini. Apalagi dibantu fitur All Grip Pro 4WD yang menawarkan memilih mode berkendara sesuai dengan kebutuhan yakni 2H, 4H dan 4L dengan tuas transmisi terpisah dengan tuas percepatan manualnya.

2H berguna untuk berkendara di kecepatan dan jalan normal (aspal / kerikil kering), 4H untuk berkendara di jalan off road, dan 4L untuk berkendara di bebatuan kasar, lumpur, dan medan yang lebih ekstrem.

Tuas pun langsung kami pindahkan ke 4L untuk menanjak di tanjakan kurang lebih 45 derajat. Mudah saja bagi Jimny untuk melibas trek tersebut tanpa kendala berarti. Sayangnya, tak ada trek lumpur karena pengetesan dilakukan saat musim kemarau.

Baca Juga: Test Drive MINI Cooper S Countryman - Rakitan Lokal Dengan Fitur Melimpah

Lanjut Baca lagi