KabarOto.com - Tim mekanik AHASS PT WahanaArtha Ritelindo (WARI) berinovasi dengan mengembangkan sejumlah perkakas atau tools khusus untuk menunjang proses perawatan dan perbaikan sepeda motor dengan harapan agar layanan lebih cepat, presisi, dan aman.
Tiga alat yang dikembangkan meliputi alat perakitan komstir, alat pembuka bushing arm, dan alat pembuka pelat ramp. "Seluruhnya dirancang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, khususnya dalam menangani pekerjaan servis dengan tingkat kesulitan tinggi dan risiko kerusakan komponen yang cukup besar," ucap Customer & Employee Engagement Head PT WahanaArtha Ritelindo, Irfan Pradinata.
Baca Juga: Sesuaikan Kopling Sesuai Preferensi, Enggak Perlu ke Bengkel

Kehadiran tools ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi kerja di bengkel. Proses pengerjaan yang sebelumnya memakan waktu lebih lama kini dapat diselesaikan hingga 2–3 kali lebih cepat, sekaligus menekan potensi kesalahan yang kerap terjadi pada metode manual.
Selain mempercepat waktu pengerjaan, penggunaan alat ini juga meningkatkan tingkat presisi dalam setiap proses servis. Hal ini berdampak langsung pada kualitas hasil pekerjaan, sehingga performa sepeda motor tetap optimal dan kepercayaan konsumen terhadap layanan bengkel semakin meningkat.
Baca Juga: Dipstick Alat Penentu Kesehatan Pelumas Mesin, Begini Serba Serbinya

Secara fungsional, masing-masing alat memiliki keunggulan spesifik. Alat Perakitan Komstir membantu proses pemasangan dengan lebih stabil dan akurat. Sementara itu, Pembuka Pelat Ramp dirancang untuk menangani komponen CVT yang macet tanpa merusak bagian lain, sehingga proses perbaikan menjadi lebih aman.
Adapun Pembuka Bushing Arm berperan dalam mempermudah pelepasan komponen yang mengalami keausan atau kemacetan. Dengan dukungan alat ini, mekanik dapat bekerja lebih efisien tanpa harus menggunakan cara konvensional yang berisiko tinggi.
Kemudahan penggunaan juga menjadi nilai tambah dari inovasi ini. Desain yang ergonomis membuat tools dapat langsung digunakan oleh mekanik tanpa membutuhkan proses adaptasi, sehingga produktivitas kerja tetap terjaga.