KabarOto.com - Tren penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat pesat. Namun, beberapa pengguna awal EV kerap menemui kecanggihan sistem keselamatan elektronik yang berbeda dibanding mobil konvensional, salah satunya saat harus melakukan parkir paralel.
Di mobil bermesin pembakaran internal (ICE), memindahkan tuas transmisi ke posisi Netral (N) saat parkir paralel relatif sederhana.
Sebaliknya, di sebagian besar mobil listrik modern, sistem komputer secara otomatis akan mengaktifkan rem parkir elektronik (Electronic Parking Brake/EPB) atau mengunci posisi transmisi ke Park (P) begitu mesin dimatikan demi alasan keamanan.
Baca Juga: Honda EV Outlier Concept Meraih Red Dot Design Award 2026
Bila tidak dipahami dengan benar, mobil listrik tidak akan bisa didorong oleh juru parkir dan berpotensi merusak komponen penggerak (drivetrain) jika dipaksa. Mengutip arahan teknis pabrikan otomotif, berikut adalah 5 tips penting saat hendak melakukan parkir paralel menggunakan mobil listrik:
1. Pahami Prosedur Shift-by-Wire dan Mode N Khusus
Sebagian besar mobil listrik menggunakan sistem transmisi Shift-by-Wire tanpa hubungan mekanis langsung. Untuk menyisakan transmisi di posisi Netral (N) saat mobil mati, tiap pabrikan menyediakan fitur khusus. Sebagai contoh, pada beberapa EV Hyundai atau Wuling, pengemudi perlu menekan tombol N selama beberapa detik usai mematikan kendaraan, atau mengakses menu Car Settings pada layar head unit untuk mengaktifkan mode parkir paralel.
2. Matikan Fitur Auto Hold dan Electronic Parking Brake (EPB)
Sebelum mematikan tombol daya utama (Start/Stop Button), pastikan fitur Auto Hold sudah dinonaktifkan. Fitur ini secara otomatis akan mengunci rem kendaraan begitu mobil berhenti sempurna. Jika Auto Hold masih aktif, roda akan terkunci otomatis dan membuat mobil listrik tidak dapat didorong secara manual saat diparkir paralel.
3. Gunakan Opsi Shift Release / Emergency Release Button
Beberapa model mobil listrik melengkapi konsol tengahnya dengan tombol Shift Release fisik atau lubang Emergency Lock Release tersembunyi. Pengemudi bisa menekan tombol ini menggunakan kunci manual (anak kunci darurat) agar tuas transmisi dapat digeser dari posisi P ke N meski sistem daya kendaraan sudah dalam keadaan padam (OFF).
4. Pastikan Kapasitas Baterai Utama dan Aki 12V Cukup
Sistem transmisi elektronik dan pengunci daya mobil listrik sangat bergantung pada suplai listrik baterai auxiliary 12 Volt (aki konvensional).
Apabila aki 12V atau baterai utama berada dalam kondisi sangat lemah, sistem komputer kendaraan tidak dapat memproses perintah pemindahan transmisi ke mode Netral. Pastikan indikator baterai dalam kondisi sehat sebelum mematikan mesin,
ujar salah satu teknisi multi brand yang tak ingin disebutkan namanya.
5. Gunakan Ban Ganjal Jika Parkir di Area Agak Miring
Mengingat mobil listrik diparkir paralel dalam kondisi transmisi Netral dan tanpa rem tangan aktif, kendaraan berisiko menggelinding jika permukaan jalan tidak benar-benar rata. Pengemudi disarankan menaruh ganjal kayu atau karet pada Roda untuk menjaga posisi mobil tetap stabil tanpa mengunci roda utama.
Baca Juga: Tes Drive BAIC T1: Menguji Ketangguhan EV 300 Jutaan dari Tangerang ke Bandung
Perbandingan Karakteristik Parkir Mobil Listrik vs Mobil Konvensional
| Parameter Fitur | Mobil Konvensional (ICE) | Mobil Listrik (EV) |
| Sistem Pengunci | Tuas rem tangan mekanis / kabel | Electronic Parking Brake (EPB) otomatis |
| Mekanisme Transmisi | Tuas mekanis (P-R-N-D) | Shift-by-Wire / Tombol / Rotary Dial |
| Pelepasan Rem Darurat | Menurunkan tuas rem tangan | Pengaturan khusus layar / Tombol Shift Release |
| Ketergantungan Daya | Murni mekanis saat mesin mati | Membutuhkan arus daya sistem baterai 12V |