OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Gaikindo Yakin Penjualan EV di Indonesia Terus Melejit

Bimo Hariyadi - Kamis, 23 April 2026
OtoNews Mobil

KabarOto.com - Pelaku industri otomotif optimis, kendaraan listrik berbasis baterai (EV) akan terus mendominasi pertumbuhan pasar, seiring meningkatnya minat konsumen dan harganya semakin kompetitif dibanding konvensional.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, saat diskusi yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta mengatakan telah terjadi perubahan struktural dalam industri otomotif nasional, dari dominasi mesin pembakaran internal (ICE) menuju multi-powertrain.

Baca Juga: Tak Lagi Gratis, Berikut Aturan Pajak Mobil Listrik yang Perlu Diketahui

“Penjualan mobil konvensional terus menurun, sementara kendaraan elektrifikasi meningkat. BEV kini menjadi primadona,” jelas Kukuh.

Data yang dibuka olehnya, menampilkan porsi BEV naik signifikan sampai sekitar 15% pada 2026, melampaui Hybrid Electric Vehicle (HEV). Sementara itu, kontribusi ICE terus tergerus dari hampir 100% pada 2021 menjadi sekitar 75%.

Mobil listrik Changan Deepal

Pelaku industri juga mendorong peran Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menjadi solusi transisi, terutama untuk menjawab tantangan infrastruktur pengisian daya di luar Pulau Jawa.

Sementara CEO Degree Synergy International, Andrea Suhendra, melihat PHEV memiliki keunggulan fleksibilitas, karena dapat menggunakan listrik untuk perjalanan dalam kota dan BBM untuk jarak jauh.

PHEV layak diberi stimulus tambahan, tetapi harus ada syarat, karena bisa menjadi jembatan transisi bagi konsumen yang belum siap beralih ke BEV,” ujar Andrea.

Ia menambahkan, faktor pendorong utama pertumbuhan EV antara lain kenaikan harga BBM, bertambahnya model kendaraan listrik, serta semakin kecilnya selisih harga antara EV dan mobil konvensional.

Saat ini, harga BEV sudah turun hingga kisaran Rp300 juta, bahkan di bawahnya, sehingga mulai menggerus pasar mobil MPV dan SUV berbasis ICE.

Selain itu, total cost of ownership (TCO) EV dinilai lebih rendah, membuat konsumen semakin tertarik dan beralih.

Meski demikian, Andrea menilai kebijakan pajak daerah terhadap EV perlu dirancang hati-hati agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan.

“Sebaiknya diterapkan pajak progresif, kendaraan listrik harga tinggi dikenakan tarif lebih besar, sementara yang terjangkau diberi insentif lebih ringan,” jelasnya.

Baca Juga: Siap-siap, Kendaraan Listrik Tak Lagi Dapat Subsidi Pajak dari Pemerintah

Ia optimistis, meski sempat terjadi penyesuaian akibat kebijakan baru, permintaan EV akan kembali meningkat karena efisiensi biaya yang ditawarkan. “Konsumen akan tetap memilih EV karena lebih ekonomis, dibanding harus gunakan BBM,” tambah dia.

Baca Artikel Asli