KabarOto.com - Pemerintah kembali menunda implementasi program insentif untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang harusnya berlangsung mulai awal Juli 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi langsung penundaan tersebut. Menurutnya, formula pemberian insentif untuk sektor kendaraan ramah lingkungan masih harus dikaji ulang oleh kementerian terkait agar penerapannya bisa berjalan optimal.
Insentif motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan. Masih dikaji lagi, iya ditunda lagi, sementara dikaji dulu,
ujar Airlangga di Jakarta.
Meski belum membeberkan secara rinci aspek apa saja yang membuat kebijakan ini kembali diundur, Airlangga mengisyaratkan, pemerintah ingin memastikan skema bantuan atau subsidi yang diberikan benar-benar matang dan tepat sasaran bagi masyarakat maupun pelaku industri.
Sebelumnya, pemerintah telah merancang program stimulus untuk memberikan dorongan tambahan bagi perekonomian domestik pada kuartal III dan IV, sekaligus menekan angka impor bahan bakar minyak (BBM). Melalui insentif ini, diharapkan masyarakat mulai beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan ramah lingkungan.
Baca Juga: Asosiasi Kendaraan Listrik Soroti Kebijakan Pemerintah yang Naik Turun
Dalam rencana awal, kuota insentif ditujukan untuk 200.000 unit kendaraan listrik yang terbagi ke dalam dua sektor:
- Mobil Listrik (100.000 Unit): Diberikan dalam bentuk potongan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) berkisar antara 40% hingga 100%. Besaran diskon pajak ini nantinya akan bergantung pada basis bahan baku komponen baterai yang digunakan, terutama kandungan nikelnya.
- Sepeda Motor Listrik (100.000 Unit): Diberikan berupa subsidi langsung sebesar Rp5 juta untuk setiap pembelian unit baru.
Jika kuota tahap awal sebanyak 100.000 unit habis terserap pasar, pemerintah membuka peluang lebar untuk menambah alokasi kuota pada tahap berikutnya secara bertahap guna mempercepat adopsi EV di Indonesia.
Baca Juga: PEVS 2026 Dorong Pertumbuhan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia