OtoNews

OtoSport

OtoModif

OtoTips

OtoKomersial

OtoSpesifikasi

Andrea Stella: Belum Fokuskan Lando Norris Kejar Juara Dunia F1 2026

Kusnadi Chahyono - Rabu, 26 Agustus 2026
OtoSport Formula One

KabarOto.com - Pembalap McLaren, Lando Norris, sukses merebut kemenangan gemilang dalam sesi balapan utama F1 Belanda 2026 di Sirkuit Zandvoort, Minggu (23/8). Hasil ini sekaligus mengukuhkan dominasi hattrick kemenangan McLaren di GP Belanda dalam tiga edisi terakhir, sebelum sirkuit ikonis tersebut resmi keluar dari kalender F1 pada 2027.

Memulai balapan dari pole position, Norris sempat merosot setelah disalip Kimi Antonelli saat restart usai penghentian bendera merah (red flag). Namun, ketenangan serta kejelian manajemen ban membawa juara dunia 2025 itu melancarkan aksi manuver ganda spektakuler melewati Antonelli dan Lewis Hamilton sekaligus di Lap 54 untuk merebut kembali pimpinan balapan hingga garis finis.

Baca Juga: Kans Lewis Hamilton Buru Gelar Juara Dunia F1 2026 Bersama Ferrari

Andrea Stella: Fokus Merayakan Kemenangan

Kemenangan dua kali beruntun Norris usai seri Hungaria kian menegaskan kebangkitan McLaren di paruh kedua musim 2026. Kendati demikian, Team Principal McLaren, Andrea Stella, memilih untuk tetap membumi dan menikmati momen manis di Zandvoort ketimbang berspekulasi terlalu jauh mengenai perburuan gelar.

Stella menyoroti bakat alami Norris saat mengendalikan mobil dalam kondisi lintasan bertingkat cengkeraman (grip) rendah yang menyulitkan banyak pembalap.

Andrea Stella
Andrea Stella

Ini sangat menjanjikan untuk masa depan, namun yang terpenting saya ingin tetap berada di momen saat ini dan menikmati kemenangan ini, menegaskan kemajuan yang kami buat di Hungaria. Di sini kemenangan ini tidak terlihat mudah karena pada Sprint Race kecepatan kami bukanlah yang terkuat. Saya pikir Ferrari bahkan lebih cepat dari kami. Mercedes juga sangat kompetitif, jadi kami perlu meningkatkan kecepatan, mobil, dan gaya berkendara. Tim dan pembalap berhasil mengeksekusinya. Khusus untuk Lando, ini adalah kemenangan yang sangat layak dan memberikan dorongan besar,

ujar Andrea Stella.

Ia menambahkan mengenai keunggulan teknik Norris di lintasan yang licin.

Bersama Lando, saat kami memiliki ban yang tidak memiliki banyak cengkeraman, di situlah ia mengekspresikan bakat terbaiknya dibandingkan pembalap lain. Ban hari ini agak rumit, tetapi ketika Lando harus berhadapan dengan ban keras yang licin, itu sudah menjadi makanan sehari-harinya,

tambah Stella.

Evaluasi Performa Oscar Piastri

Di sisi lain garasi, rekan satu tim Norris, Oscar Piastri, harus puas finis di posisi keenam setelah mengawali balapan dari urutan keempat. Piastri sempat menunjukkan kecepatan impresif di stint pertama, tetapi mengalami kendala pengoperasian ban pada stint kedua.

Stella mengonfirmasi bahwa tim akan mengevaluasi kendala teknis serta ritme pit stop yang dialami pembalap muda asal Australia tersebut.

Oscar sangat kompetitif di stint pertama, namun mengalami kesulitan di stint kedua hal yang sama juga dialami Antonelli. Di stint kedua, kami tidak mampu mengaktifkan temperatur ban secara optimal sehingga berada dalam kondisi cengkeraman yang sangat rendah. Faktor lain yang memengaruhi Oscar adalah momen pit stop saat kami mencoba menutup pergerakan Russell. Kami akan terus bekerja bersama Oscar untuk meningkatkan performanya di sisa musim,

kata Stella.

Baca Juga: Berita F1: Max Verstappen Ungkap Penyebab Kecelakaan di F1 Belanda, Ternyata Gara-Gara Satu Kesalahan

Tantangan Berbeda Menanti di Sirkuit Monza

Kemenangan di Zandvoort memotong selisih poin Norris menjadi berjarak 83 poin dari pimpinan klasemen sementara, Kimi Antonelli. Selain itu, Norris juga tercatat sebagai pembalap dengan pengumpulan poin terbanyak dalam enam seri terakhir (101 poin).

Menatap seri ke-13 di F1 Italia dua pekan mendatang, Stella mengingatkan bahwa Sirkuit Monza yang berkarakter low-downforce akan menyajikan tantangan yang berbanding terbalik dengan Hungaria dan Zandvoort.

Ada beberapa hal dari sisi setelan mobil yang kami ubah setelah Sprint Race dan itu membuahkan hasil manis. Namun jika kita melihat balapan berikutnya di Monza, ada tuntutan performa mobil yang sepenuhnya berbeda. Hungaria dan Zandvoort jauh lebih mirip membutuhkan downforce maksimal dan didominasi kecepatan di tikungan. Jadi saya akan sedikit berhati-hati untuk menyebut tren ini akan langsung berlanjut ke Monza. Namun kami tentu akan menuju balapan berikutnya dengan optimisme tinggi,

tutup Stella.
Baca Artikel Asli